DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 10 Januari 2019 / 05:50 WIB

Sekolah Sambut Baik Pencabutan SKTM

YOGYA, KRJOGJA.com - Kebijakan pencabutan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disambut baik pihak sekolah. Terlebih selama ini, ada beberapa kejadian pemilik SKTM tidak tepat sasaran. Beberapa oknum sengaja mencari SKTM agar bisa masuk sekolah favorit.

Waka Kesiswaan SMAN 3 Yogyakarta Sumaryoto mengatakan, ia setuju dengan pencabutan SKTM pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Pasalnya pemilik SKTM yang tidak tepat sama saja merampas hak milik orang lain. Apalagi sebelumnya juga sempat viral siswa pemilik SKTM yang sebenarnya berasal dari keluarga mampu.

“Di SMAN 3 Yogya ada 7 siswa SKTM. Namun dua siswa akhirnya mundur karena beberapa alasan,” jelas Sumaryoto.

Menurut Sumaryoto, dua siswa tersebut mundur karena akan pindah ke SMK. Ada siswa yang punya alasan khusus. Pasalnya siswa tersebut masuk ke SMAN 3 Yogya karena keinginan orangtuanya. Padahal siswa yang bersangkutan tidak mampu beradaptasi dengan kegiatan belajar mengajar di SMAN 3 Yogya karena nilainya yang tidak sesuai grade.

“Sekolah sebagai pelaksana teknis, sebenarnya siap apapun aturan dari pusat. Tapi sebaiknya orangtua siswa bisa mengukur diri, apakah bisa mengikuti ritme di sekolah tertentu. Intinya sebagai pelayan masyarakat, kami siap dengan ketentuan yang berlaku. Apapun input siswa yang masuk, kami harap bisa beradaptasi. Jangan sampai ada kejadian, siswa dipaksakan masuk ke sekolah tertentu,” tandas Sumaryoto.

Terpisah Kepala SMK Maarif Yogyakarta mengungkapkan, apabila kebijakan pencabutan SKTM itu sudah menjadi keputusan pusat, sebagai pelaksana di lapangan dirinya akan mendukung. Kendati demikian sebagai sekolah swasta dirinya tetap berharap agar pemerintah memberikan alternatif lain sebagai pengganti SKTM. Mengingat bagi sekolah swasta seperti ditempatnya keberadaan SKTM tersebut sangat penting khususnya untuk pengurusan kartu cerdas.

"Terus terang selama ini operasional di sekolah kami sangat tergantung dari BOS, Bosda dan kartu cerdas. Apabila salah satunya sampai dicabut sebagi sekolah swasta kami pasti akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu, kami berharap seandainya SKTM dicabut pemerintah bisa memberikan solusi yang lain," terangnya.

Menurut Suharyanto, pelaksanaan PPDB yang jujur, kredibel dan transparan pasti menjadi dambaan setiap orang. Oleh karena itu apabila salah satu alasan dari pencabutan SKTM untuk mewujudkan PPDB yang kredibel dan transparan pihaknya akan mendukung. (R-2/Ria)