DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 10 Januari 2019 / 03:19 WIB

Program Siwab Dongkrak Populasi Sapi Kulonprogo

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) 2018 mampu mendongkrak populasi ternak sapi di wilayah Kulonprogo mencapai 52.340 ekor. Dalam jangka waktu satu tahun mendapatkan kelahiran anakan sapi hingga mencapai 11.109 ekor.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo, Nursyamsu Hidayat di ruang kerjanya, mengungkapkan kenaikan populasi sapi didominasi kelahiran anakan sapi melalui program Siwab 2018. Menurutnya, populasi sapi pada awal 2018 sebanyak 41.231 ekor.

Melalui program Siwab dari Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan dalam satu tahun bisa memberikan tambahan kelahiran anakan sapi sebanyak 10.000 ekor. ”Hingga akhir Desember 2018, mampu melebihi target. Dalam satu tahun ada kelahiran anakan sapi sebanyak 11.109 ekor. Bisa menambah populasi sapi di Kulonprogo menjadi 52.340 ekor,” tutur Nursyamsu Hidayat.

Kepala Seksi Produksi Peternakan, Bidang Peternakan, Dinas PP Kulonprogo, Budi Sasongko mengatakan selain ada penambahan kelahiran anakan sapi, mendapatkan tambahan populasi bantuan sapi impor yang diterima dari salah satu kelompok peternak di Panjatan. Menurutnya, satu kelompok peternak menerima bantuan sapi 15 ekor.

Kelahiran anakan sapi dan bantuan sapi impor tersebut mampu menambah populasi sapi nasional. ”Kalau ada penambahan sapi dari daerah lain tidak akan menambah populasi sapi secara nasional,” ujar Budi Sasongko.

Lebih lanjut Nursyamsu menjelaskan populasi jenis hewan ternak lain dalam satu tahun terakhir tidak banyak mengalami perubahan. Populasi sapi perah hanya 31 ekor, kerbau 87, kuda 11, kambing lokal 60.633, kambing PE 31.391, domba 21.691, kelinci 22.158 dan babi 1.030 ekor. Populasi ternak unggas meliputi ayam buras 795.671 ekor, ayam petelur 1.038.225, ayam pedaging 1.844.785, itik 115.972, itik manila 23.624, burung puyuh 515.860 dan merpati 14.373 ekor.

”Untuk ternak sapi perah sulit berkembang. Udara di Kulonprogo tidak cocok untuk mengembangkan ternak sapi perah. Lebih cocok untuk mengembangkan ternak sapi potong,” tuturnya. (Ras)