Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 09 Januari 2019 / 20:42 WIB

Lapak PKL Tak Boleh Diperjualbelikan

KUDUS, KRJOGJA.com - Kawasan sport center dan balai jagong di Desa Wergu Wetan Kecamatan Kota Kudus, agar segera dioptimalkan pemanfaatannya. Optimalisasi kawasan antara lain dengan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL), arus lalulintas dan pendayagunakan bangunan multifungsi dan gedung  olahraga. Hal itu dikemukakan Bupati Kudus Muhammad Tamzil saat meninjau kawasan sport center, bersama Wakil Bupati HM Hartopo, Rabu (09/01/2018).

Bupati dan Wakil Bupati Kudus juga didampingi Camat Kota Catur Widiyatno, Kepala Dinas Kependidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sudiharti dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Abdul Halil, serta jajaran terkait. “Kami minta agar PKL ditata lebih baik dengan tempat dasaran lebih representatif,” ujar bupati.

Dengan penataan kawasan lebih baik, pengunjung akan merasa lebih nyaman. Pihaknya juga meminta Dishub membuat rambu lalulintas keluar masuk sehingga tidak terjadi kesemrawutan. Pihaknya juga mewacanakan pengelolaan gedung multifungsi dan tenis indoor oleh pihak ketiga. Pengelolaan dan perawatan pihak ketiga dimaksudkan untuk mengoptimalkan pendapatan karena dilakukan secara profesional. “Khusus lapak PKL, pihaknya minta jangan sampai diperjualbelikan,” pintanya.

Wakil Bupati HM Hartopo menambahkan, kawasan sport center agar dijaga kebersihannya. Jangan sampai keberadaan PKL justru membuat lingkungan menjadi kumuh. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti melalui Kabid PKL Sofyan Dhuhri menyatakan, pihaknya segera melakukan pemetaan tempat PKL.

Pihaknya memperkirakan, jumlah PKL yang dapat diakomodir di kawasan sport center mencapai sekitar 350 lapak. “Penataan segera kami lakukan,” katanya.

Kompleks sport center dibangun menggunakan dua  kali anggaran. Tahap pertama menghabiskan dana APBD 2017 sebesar Rp 14,042 miliar, dan tahap kedua kegiatan 2018 mendapat tambahan alokasi  Rp 17 miliar. Pembangunan tahap kedua untuk menuntaskan gedung multifungsi, gedung pengelola, kafetaria, mushola, 16 kamar mandi dan toilet, serta hutan kota.

Kawasan  sport center saat ini menjadi pusat keramaian baru, dengan kelengkapan sejumlah sarana olahraga seperti gedung multifungsi untuk basket dan voli, tenis indoor, arena panjat tebing, skate park, BMX strike, dan kolam renang. (Trq)