Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 09 Januari 2019 / 19:10 WIB

Kerokan dengan Istri Orang, Supriyanto Disabet Sabit

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Gara-gara urusan kerokan, Supriyanto (49), yang indekos di Dukuh/ Desa Kebonan, kecamatan Karanggede, dianiaya dengan senjata tajam, Selasa (8/1/2019). 

Kronologisnya, pada Selasa pukul sembilan pagi, Supriyanto yang mengaku sedang tak enak badan datang ke rumah pasangan suami isteri, Deni Kurniawan (31) dan Lela Martina (40), yang lokasinya tak jauh dari kos-kosannya. Secara blak-blakan, ia meminta tolong pada Deni untuk dikeroki oleh Lela, istri Deni.

Namun karena Lela sedang di pasar, Deni meminta Supriyanto menunggu di depan rumah. Satu jam kemudian, Lela pulang. Supriyanto langsung mengutarakan maksudnya minta dikeroki Lela. Setelah mendapat ijin suaminya, Lela dan Supriyanto kerokan di ruang tamu sekitar 20 menit, sementara Deni berdiri saja bersantai di depan pintu. 

Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto, Rabu (9/1/2019) menceritakan, setelah kerokan selesai, Supriyanto pulang ke kosannya. Sekitar pukul dua siang, ia ditelpon Deni, yang agaknya terbakar api cemburu, agar kembali ke rumahnya. Begitu sampai, Deni dalam kondisi marah. 

"Kowe arep nyobo aku!" kata Willy menirukan ucapan Deni. 

Supriyanto membela diri. Meski ia minta dikeroki istri orang, ia mengaku tak punya niat jelek. Namun kemarahan Deni sudah di ubun-ubun. Ia memukul Supriyanto hingga jatuh terjerembab. Deni lalu mencabut sabit yang diselipkan di badannya dan mengayunkan ke Supriyanto. Lela yang berusaha melerai terkena sabetan di jari telunjuk dan jempol. Sementara Supriyanto luka di tangan dan punggung. 

"Namun Supriyanto berhasil lari dari rumah Deni," jelasnya.

Saat lari, Supriyanto bertemu warga yang lalu membawanya ke rumah sakit di karanggede. Setelah mendapat kabar, kerabat Supriyanto lalu melapor ke polisi yang langsung melakukan olah TKP. Sementara Deni sudah kabur dan saat ini masih dalam pencarian polisi.

"Sabit serta sarung milik korban yang masih ada bercak kita amankan sebagai barang bukti," katanya. (Gal)