Kisah Inspiratif Editor : Danar Widiyanto Rabu, 09 Januari 2019 / 16:00 WIB

Imaroh Bangga, Batiknya Dikenakan Presiden Jokowi

KUNJUNGAN ibu negara Iriana Jokowi ke Gazebo Batik Giriloyo Desa Wukirsari Kecamatan Imogiri Bantul akhir Maret 2016 tidak akan pernah  kering dari ingatan perajin batik khususnya dan masyarakat umumnya.  Kehadiran ibu negara itu tidak dipungkiri mampu mengangkat produk batik tulis masyarakat Giriloyo ke seantero negeri.

Dalam kunjungannya itu Ibu Negara tidak sekadar menyapa perajin  batik. Tetapi juga membeli lima potong batik tulis warna alami buatan tangan asli warga Giriloyo. Bahkan salah satu batik tulis yang dibeli Ibu Negara  sudah dikenakan Presiden Joko Widodo Oktober 2017. 

"Bu Iriana Jokowi waktu itu membeli lima potong salah satunya batik tulis warna alami produksi saya. Ibu negara tidak sebatas 'nglegani' perajin batik tulis Giriloyo, tetapi benar -benar dipakai Pak Presiden, hal itu yang membuat saya bangga," ujar Imaroh pemilik Sanggar Batik Sri Kuncoro Karangkulon Giriloyo Wukirsari Imogiri Bantul, Rabu (9/1/2019).

Perempuan 46 tahun itu mengungkapkan, informasi batik tulis buatanya yang dibeli Ibu Negara tahun 2016 dikenakan Presiden Jokowi dari sesama perajin batik yang melihat siaran TV.  Para pembatik Giriloyo tidak lupa dengan ciri khas batik tulis buatan Imaroh ketika dikenakan presiden. Imaroh mengungkapkan, dirinya yakin bahwa batik tersebut merupakan hasil karyanya. 

"Jelas saya tidak pangkling atau lupa, batik itu dari Sanggar Batik Sri Kuncoro," ujarnya. 

Bahkan sejak batik tulisnya dikenakan presiden berdampak positif terhadap usahanya. Tidak jarang istri Sudarto ini menunjukkan kepada  pengunjung foto presiden ketika mengenakan batiknya. Sehingga konsumen langsung memesan batik sama dengan yang dikenakan presiden.

Dijelaskan, proses produksi batik tulis hampir semua memanfaatkan pewarna alami baik dari kulit kayu mahoni hingga  kulit buah jolawe. Dijelaskan, waktu itu Ibu negara membeli satu potong batik tulis warna alami ukuran 2,5 meter seharga Rp 850 ribu. 

"Waktu itu harga masih Rp 850 ribu , tetapi sekarang harganya mencapai Rp 1,2 juta," ujar Imaroh.  

Memang untuk batik tulis warna alami ada perbedaan harga cukup tinggi. Karena untuk satu potong batik tulis membutuhkan waktu 1- 3 bulan sampai siap dipakai. Oleh karena itu, Imaroh bersyukur kehadiran Ibu Negara sudah mengangkat kerajinan batik khas Giriloyo secara menyeluruh.

Sementara itu Sanggar Batik Sri Kuncoro yang dirintis tahun 2008 terus memproduksi batik tulis warna alami bermotif klasik Kraton Yogyakarta. Perempuan berputra tiga ini mengungkapkan, untuk menopang permintaan batik, setidaknya ada sejumlah karyawan dipercaya membuat batik tulis warna alam.(Roy)