Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 09 Januari 2019 / 14:39 WIB

Tumpas Klitih! Siswa Pelempar Batu Jadi Tersangka

BANTUL, KRJOGJA.com - Penyidik Reskrim Polsek Pleret Polres Bantul Polda DIY  menetapkan Ns (20) sebagai tersangka dalam kasus pelemparan batu yang menganai Muhammad Yulfikar warga Brajan di warung burjo Jejeran Pleret Bantul, Selasa (8/1/2019) dini hari lalu. Dari empat orang yang berhasil dibekuk, hanya Ns yang ditetapkan sebagai tersangka.  Karena tiga orang lainnya sama sekali tidak mengetahui jika Ns sempat mengambil pecahan cor di selatan Markas Brimob Gondowulung Jalan Imogiri Timur.  

Hingga kini tersangka Ns yang masih berstatus pelajar kelas XII  SMK di Yogyakarta itu mendekam disel tahanan Polsek Pleret.  Sementara itu tiga rekannya  yang semua warga Yogyakarta dilakukan pembinaan.   Kasus pelemparan batu di Pleret  menjadi perhatian dari Waka Polda DIY Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno.  Waka Polda sempat melihat langsung komplotan pelempar batu itu di Polsek Pleret. Bimo minta jika terbukti agar kasus tersebut diproses sesuai dengan prosedur hukum.

Kapolsek Plaret AKP Sumanto mengatakan,   dalam kasus  pelemparan batu itu memang  terdapat 4 orang dibekuk  paska kejadian. Namun setelah dilakukan pemeriksaan intensif dengan memintai keterangan sejumlah saksi.  Pelemparan batu hanya dilakukan Ns sendiri, sedang  tiga orang lainnya sama sekali tidak mengetahui. 

“Waktu mengambil batu di selatan Markas Brimob saja orang yang memboncengkan tidak mengetahui. Demikian dua rekan lainnya,” ujar Sumanto. Tersangka Ns dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.  Sementara jajaran  Polsek Banguntapan Bantul melaksanakan giat operasi cipta kondisi di Jalan Monumen Perjuangan Wirokerten Banguntapan.  

Kapolsek Banguntapan Kompol Suhadi SH MH disela memimpin operasi mengatakan,  progam tersebut bagian untuk menumpas aksi kejahatan jalanan. “Kami menyasar senjata tajam, minuman keras,” ujarnya. Operasi memprioritaskan pemeriksaan bagi pengendara kategori remaja. Motor dan pengendara digeledah. Diwaktu bersamaan, jajaran Reskrim Polsek Banguntapan dipimpin Iptu Ryan Permana Putra SIK MH memburu sekelompok remaja Ring Road selatan. Dalam kasus itu, petugas mendapati minuman beralkohol. “Para remaja itu langsung digelandang ke polsek untuk dilakukan pembinaan, termasuk dihadirkan  orangtua masing-masing,” ujar Suhadi.

Suhadi mengatakan, bahwa terobosan memerangi kejahatan jalanan  salah satunya dengan mengoptimalkan peran babhinkamtibmas dimasing-masing desa. “Babhinkamtibmas di Banguntapan saya wajibkan untuk patroli dinihari dimasing-masing desa.  Mereka hadir harus memberikan rasa aman bagi masyarakat, jangan sebatas siang hari tugasnya. Saya selalu tegaskan kepada anggota Banguntapan itu berbatasan dengan Kota Yogya dan Kabupaten Sleman, oleh karena itu kita tidak main main,” tegasnya.(Roy)