Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 09 Januari 2019 / 16:12 WIB

Tim Tidak Temukan Pelanggaran Pembayaran Upah Buruh

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Penerapan awal pembayaran upah buruh pada bulan Januari sudah sesuai dengan ketentuan dalam Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2019. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo telah melakukan pemantauan dengan mengambil sampel perusahaan untuk dicek saat proses pembayaran. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Rabu (9/1) mengatakan, UMK 2019 sudah diterapkan dan telah dijalankan para pengusaha dengan membayar upah buruh sesuai ketentuan. Pelaksanaan pembayaran tersebut mendapat pemantauan langsung dari petugas dan serikat pekerja. 

Upah buruh sesuai ketentuan baru UMK 2019 sebesar Rp 1.783.500 dipantau oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo dengan mendatangi beberapa perusahaan. Pengecekan dilakukan dengan meminta keterangan pihak perusahaan dan buruh. Hasilnya sampai sekarang belum ditemukan pelanggaran.

"Pada awal atau minggu pertama Januari belum ada temuan pelanggaran. Perusahaan atau pengusaha sudah menaati aturan dengan membayar upah buruh sesuai ketentuan dalam UMK 2019. Nanti setelah ini akan kami pantau lagi," ujarnya.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo akan memantau secara acak minimal sampai akhir Januari nanti. Namun tidak menutup kemungkinan pemantauan juga dilakukan pada bulan berikutnya.

Pemantauan pada bulan Januari dilakukan mengingat saat ini merupakan awal penerapan pembayaran upah buruh sesuai UMK 2019. Karena itu apabila ada temuan pelanggaran maka bisa langsung dilakukan penindakan oleh petugas.

"Pada dasarnya pengusaha sudah siap semua membayar upah buruh sesuai ketetapan UMK 2019. Tidak ada pengusaha yang mengajukan keberatan atau penangguhan pembayaran UMK 2019 pada buruh," lanjutnya. (Mam)