DIY Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 09 Januari 2019 / 10:09 WIB

Ditarget April Selesai, Bangun NYIA Jangan Tergesa-gesa

TEMON, KRJOGJA.com - Meski Presiden Joko Widodo mentargetkan pembangunan
bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) selesai pada April 2019, namun kualitas pekerjaan harus dipertahankan. Karena itu, pelaksanaan proyek tetap dilakukan secara profesional, dengan tidak tergesa-gesa.

"Kami mohon, pembangunannya tidak tergesar-gesa. Kita profesional saja. Sehingga pembangunan proyek NYIA dilaksanakan dengan baik. Biarpun mungkin waktunya pendek tapi karena kita bicara profesional maka pekerjaannya juga harus baik,” ujar Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X saat berkunjung ke lokasi Proyek NYIA, Selasa (8/1).

Meski demikian, Sultan yakin sejauh ini pembangunan proyek masih sesuai jadwal yang ditetapkan. Apalagi terus dilakukan verifikasi setiap harinya. Tentunya dengan harapan target pembangunan NYIA bisa beroperasional setidaknya untuk minimum penerbangan internasional sesuai dengan kesepakatan pada April 2019.

Sultan menegaskan bahwa bandara baru ini tidak akan dinamakan dengan nama pahlawan, agar tidak menimbulkan pro-kontra. Namun akan menggunakan nama NYIA. Nama ini akan lebih memudahkan kode singkatan penerbangan namun penyebutan bandaranya tetap Bandara Internasional Yogyakarta. "Nama NYIA lebih memudahkan singkatan dalam boardingpass,” ujar Sultan HB X di areal Proyek Pembangunan NYIA di Temon Kulonprogo, Selasa (8/1).

Dalam kunjungan tersebut, Sultan hadir bersama Sekda DIY Gatot Saptadi bersama jajaran pejabat daerah, yakni Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG (K), Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Bersama rombongan nampak Dirut PT AP I Faik Fahmi dan semua Komisaris PT AP I termasuk Ali Mochtar Ngabalin.


Proyek NYIA dilaksanakan PT Pembangunan Perumahan Kerja Sama Operasional (PP KSO). "Pembangunan NYIA memang berat, tapi tentu bisa dilakukan dengan baik. Apalagi cranenya saja ada 14. Seperti kisah Bandung Bondowoso yang membuat (Candi Prambanan) dalam satu malam," tegas Sultan HB X.

Dari sisi udara, NYIA didesain jadi bandara terbaik dan terbesar sekaligus terberat sepanjang sejarah PT AP I dalam membangun bandara internasional di seluruh wilayah Indonesia. Apalagi NYIA ditarget selesai dan beroperasi minimum April 2019. "Dari sisi lahan, infrastruktur, fasilitas dan runway atau landasan pacu, NYIA jauh lebih segalanya dibanding Bandara Adisutjipto, "ungkap Sultan.

Keberadaan NYIA diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan kapasitas yang ada di bandara eksisting (Bandara Adisutjipto-Red). Pembangunannya menjadi kebanggaan tersendiri. Lebar runwaynya mencapai 75 meter dan panjangnya 3.250 meter.

Ditambahkan Direktur Teknik PT AP I Lukman F Laisa, luas area dan fasilitas
NYIA sepuluh kali lipat dibanding Bandara Adisutjipto. Disampaikan, hingga saat ini progres pembangunan NYIA sudah mencapai 26 persen. Dalam pengerjaannya setiap minggu mengalami kenaikan 2,5 - 2,6 persen. Sehingga selama satu bulan target capaian pekerjaan sebanyak 10 persen.

Anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I (Persero) Ali Mochtar Ngabalin menyampaikan seluruh pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah itu jauh dari kepentingan- kepentingan politik. Termasuk pembangunan NYIA yang akan dioperasionalkan April 2019 sekali lagi jauh dari kepentingan
politik.

"Tidak ada pemerintah di dunia ini yang tidak berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Pembangunan NYIA ini sama sekali tidak ada kepentingan-kepentingan politik," tegas Ngabalin yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) ini. (Rul/Ira)