Ekonomi Agregasi    Rabu, 09 Januari 2019 / 11:43 WIB

Imbas Brexit, Aset Rp14.087 Triliun Pindah ke Uni Eropa

LONDON, KRJOGJA.com - Aset senilai hampir USD1 triliun (Rp14.087 triliun) akan berpindah dari Inggris ke pusat keuangan baru di Uni Eropa (UE) menjelang Brexit.

Data itu diungkap lembaga konsultan EY kemarin. Inggris yang akan meninggalkan UE pada Maret belum menyetujui kesepakatan untuk menghindari memburuknya hubungan dengan UE. Meski parlemen Inggris akan menggelar voting untuk kesepakatan yang diusulkan itu pekan depan, masih belum jelas apakah kesepakatan itu akan disetujui.

 

“Semakin dekat kita mencapai 29 Maret tanpa kesepakatan, semakin banyak aset akan berpindah dan tenaga kerja dipekerjakan secara lokal atau direlokasi,” ungkap Omar Ali, pemimpin layanan keuangan Inggris di EY, dilansir Reuters .

 

EY telah melacak rencana Brexit pada 222 perusahaan keuangan sejak Inggris menggelar referendum pada Juni 2016 untuk meninggalkan UE. Dalam perkembangan terbaru hingga akhir November 2018, sebanyak 80 perusahaan telah mempertimbangkan atau mengonfirmasi relokasi aset dan pegawai. Perkiraan terbaru dari EY menyatakan sebanyak USD1 triliun aset akan berpindah, berdampak pada sektor perbankan Inggris senilai 8 triliun poundsterling. 

Frankfurt Main Finance yang mempromosikan pusat keuangan Jerman menyatakan pihaknya memperkirakan aset senilai 750 hingga 800 miliar euro akan dipindah yang sebagian besar terjadi pada kuartal ini.

Sekitar 2.000 posisi baru di Eropa telah dibuat oleh perusahaan-perusahaan layanan keuangan untuk merespons Brexit, dengan Dublin, Luxembourg, Frankfurt, dan Paris menjadi lokasi paling populer,” ungkap pernyataan EY.

Proyeksi ratusan ribu tenaga kerja keuangan Inggris yang pindah ke UE belum terjadi dan Bank Sentral Inggris memperkirakan sekitar 4.000 tenaga kerja akan pindah pada 29 Maret. “Meski berbagai peran itu tidak diragukan lagi pindah dari Inggris, banyak perusahaan hanya memerintahkan pegawainya yang penting dan mempekerjakan warga lokal,” kata Ali. (*)