Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Rabu, 09 Januari 2019 / 00:11 WIB

SMAN 1 Kalasan Raih Predikat Sekolah Adiwiyata Nasional 2018

SLEMAN, KRJOGJA.com - SMAN 1 Kalasan mendapatkan penghasilan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Keterlibatan siswa menjadi kunci keberhasilan SMAN 1 Kalasan dalam meraih piagam tersebut.

Siswa di setiap kelas diberi kebebasan untuk menanam apa saja. Mulai dari tanaman hias, buah, satu atau obat-obatan. Selain itu siswa di SMAN 1 Kalasan juga sudah terbagi dalam sepuluh Pokja. Antara lain Pokja tanaman dan sampah. 

"Siswa harus bertanggungjawab atas tanaman yang mereka tanam. Mulai dari proses tanam, pemeliharaan hingga panen. Untuk itu jenis tanamannya kita bebaskan," ujar Kepala SMAN 1 Kalasan Basuki Jaka Purnama saat ditemui KRJOGJA.com, Selasa (8/1/2018).

Untuk pengelolaan sampah juga disesuaikan dengan kemampuan siswa dan sekolah. Saat ini siswa sudah mampu mengurangi penggunaan sampah plastik. Selain itu, untuk daur ulang juga sudah dilakukan. 

Karena kebetulan di sekolah yang berada di Dusun Bogem Desa Tamanmartani Kalasan Sleman tersebut juga ada kelas membatik. Limbah dari proses membatik sudah dikelola menggunakan Instansi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Air limbah dari batik itu dimanfaatkan untuk kolam ikan.

Proses menuju sekolah Adiwiyata sudah dimulai SMAN 1 Kalasan pada 2017 lalu. Dimulai dari tingkat kabupaten, propinsi dan akhirnya ke nasional. "Dilihat dari fisik, ada sekolah lain yang lebih bagus. Lahan terbuka hijaunya lebih luas. Tapi kita lebih unggul di partisipasi siswa," ujar Basuki.(Awh)