DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 08 Januari 2019 / 12:58 WIB

Penuhi Panggilan ORI, Rektor UGM : HS Harus Selesaikan Mandatory Konseling

YOGYA, KRJOGJA.com - Rektor UGM Prof Panut Mulyono memenuhi undangan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY Selasa (8/1/2019) siang. Pertemuan tertutup untuk media tersebut dimanfaatkan ORI untuk melengkapi puzzle yang selama ini hilang terkait investigasi kasus dugaan pelecehan seksual pada mahasiswa Fisipol UGM dengan terduga pelaku mahasiswa Teknik UGM. 

Panut mengungkap paling tidak ada tujuh pertanyaan dari ORI DIY yang kemudian didiskusikan bersama. Namun begitu, Panut enggan menjelaskan secara detail pertanyaan dan jawaban apa yang disampaikan di hadapan kepala kantor ORI DIY Budi Masthuri. 

“Pertanyaan tadi ada tujuh lalu kemudian memang diskusi berkembang. Ada terkait prosedur penanganan dari awal sampai akhir di mana kemarin Kepala ORI masih kurang informasi misalnya tanggal, dari sekian sampai sekian ada kekosongan. Tadi kami jelaskan semuanya,” ungkap Panut pada wartawan. 

Rektor UGM juga menegaskan bahwa ia bukanlah pihak yang memasukkan nama terduga pelaku HS dalam list peserta wisuda. “Bukan no,no,no bukan rektor, rektor tidak bisa memasukkan karena prosea akhir ada di Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP), dan DPP memutuskan sama sekali tidak bisa wisuda,” sambungnya. 

HS diakui Panut masih menjalani mandatory untuk melaksanakan konseling sesuai rekomendasi UGM setelah kasus tersebut terjadi. Hal tersebut secara langsung mengikat HS untuk tak diperbolehkan wisuda hingga menyelesaikan konselingnya. 

“Kalau minta wisuda itu boleh tapi kami melihat persyaratan terpenuhi atau tidak karena saat ini HS masih menjalani mandatory konseling. Prinspinya apa yang harus dilakukan dijalani sampai tuntas sesuai rekomendasi yang harus dijalankan dan saat ini masih berjalan,” tegas Panut. 

Sementara terkait rekomendasi sanksi apa yang akan diberlakukan untuk HS sesuai rekomendasi komite etik yang selesai bekerja di akhir tahun 2018 lalu, Panut menyampaikan saat ini sedang dikaji oleh pihak rektorat. “Kami masih pelajari dan dikaji,” pungkasnya. (Fxh)