Ekonomi Agregasi    Selasa, 08 Januari 2019 / 14:07 WIB

Kadin Prediksi Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik di 2019. Hal tersebut menyusul membaiknya sektor perdagangan Indonesia di tahun baru ini.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, pada 2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirkan bisa mencapai 5,3%. Hal terebut jauh lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan oleh dirinya pada 2018 sebesar 5,1%.

Kalau kita sih melihatnya Indonesia akan jauh lebih baik, dibandingkan 2018 yang kurang lebih 5,1%. Kita melihatnya sih Insya Allah di tahun 2019 ini kita bisa mencapai 5,2% sampai 5,3%," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Rosan menambahkan, sektor yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di 2019 adalah perdagangan dan juga konsumsi dalam negeri. Menurutnya, konsumsi dan perdagangan dalam negeri di 2019 akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Karena tetap akan ditunjang dengan domestic comsumtion dan juga investasi," ucapnya.

Selain kedua sektor tersebut, lanjut Rosan, ada satu lagi sektor yang diprediksi akan mendongkrak perekonomian Indonesia di tahun ini. Adalah investasi baik itu dalam negeri maupun asing yang diprediksi akan meningkat tajam pada tahun ini.

"Saya lihat sih kita makin lama makin baik dan iklim investasi kita makin lama makin menarik untuk masuk Indonesia," ucapnya.

Menurut Rosan, peningkatan investasi di 2019 tidak terlepas dari upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Dari mulai kebijakan perpajakan hingga perizinan diberikan pemerintah kepada para pengusaha asing maupun dalam negeri yang mau berinvestasi di Indonesia.

Pemerintah terus menciptakan banyak kebijakan yang baik seperti tax allowance, tax holiday dan Online Single Submission. Berbagai perbaikan di segi birokrasi dan perpajakan juga cukup membantu walaupun tentunya kita harus senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan lebih lanjut karena kita berkompetisi dengan negara-negara tetangga," jelasnya. (*)