Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 07 Januari 2019 / 14:20 WIB

2019, Tugas MUI Melindungi Umat Makin Berat

SEMARANG, KRJOGJA.com - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi menegaskan, memasuki 2019, tugas MUI bukan makin surut tapi diprediksi akan bertambah berat. Berbagai masalah keumatan akan lebih bergelombang, datang silih berganti sehingga diperlukan kerja lebih serius lagi dalam upaya memberi perlindungan dan bimbingan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kiai Darodji pada dialog interaktif, live ‘Ulama Menyapa’ di TVKU, Senin (7/1). Dialog berdurasi satu jam yang dipandu host Myra Azzahra, juga menampilkan nasum lain, Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah, Drs KH Multazam Achmad MA, bertema ‘Masyarakat Jawa Tengah Memasuki Tahun 2019’.

Prediksi bakal saratnya tugas MUI dalam melindungi umat, paparf Kiai Darodji, antara lain sebutan tahun 2019 sebagai ‘tahun politik’ berkonotasi sebagai sesuatu yang menyeramkan. Hingga memunculkan suasana saling berhadapan antarpihak, peserta kontestasi politik, apakah pilpres ataupun pemilu legislatif dan DPD.

Kiai Darodji menyatakan kurang sependapat dengan pemunculan istilah’tahun politik’ tersebut. Sebutan tersebut berpotensi melahirkan adu domba, provokasi, saling fitnah, atau saling menjatuhkan yang semuanya ter-sharing di medsos.

“Akan lebih nyaman sebutannya bukan ‘tahun politik’ tapi ‘pesta demokrasi’ yang substansinya pemilu itu sebagai agenda lima tahunan yang selalu disambut dengan sukacita dan gegap gempita oleh masyarakat. Saling guyub dan menghargai atas perbedaan pilihan. Suasana seperti ini yang kita dambakan,” tegasnya.

Kiai Darodji juga menegaskan tugas berat terkait melindungi publik dari pengaruh narkoba dan radikalisme-terorisme. Pada 2018, MUI Jateng sudah masif menjalankan misi pencegahan lewat halaqoh, audisi, deklarasi, hingga khotbah jumat serentak. Tapi, di awal 2019 gejala berkembangnya kedua masalah bangsa tersebut mulai terasa. (Isi)