DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 07 Januari 2019 / 10:24 WIB

Viral di Medsos, Pelaku Klitih Dihadang Warga

SLEMAN, KRJOGJA.com - Meski sudah dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian, aksi klithih, dengan mencederai korban masih terus terjadi. Bahkan aksi klithih mewarnai hampir tiap hari kriminalitas di DIY.

Dari informasi yang dihimpun KR, Minggu (6/1), warga kian gemas terhadap ulah pelaku klithih. Seperti terjadi di dekat RSUD Sleman, Kamis (3/1) tengah malam. Sebagai wujud kekesalan, warga menghadang dan mengejar para pelaku klithih yang akan melukai korban. Dua dari 4 pelaku klithih menjadi bulan-bulanan warga, saat akan melakukan aksinya di Jalan Magelang Km 13,5 dekat RSUD Sleman. Video warga menangkap pelaku klithih dan menghajarnya, ramai di media sosial. Sedangkan 2 pelaku klithih lainnya berhasil melarikan diri dari amukan massa. 

Sejauh ini warga sudah geram dengan perilaku klitih yang meresahkan warga jika keluar malam hari. Masyarakat minta klithih harus segera dibasmi. Dari Informasi yang diperoleh di sekitar RSUD Morangan dua yang diduga pelaku klithih, JA (26) warga Gendol Sumberejo Tempel dan AK (25) warga Mrican Margomulyo sudah diamankan Polisi di wilayah hukum Sleman. Dari kedua pelaku didapat barang bukti
berupa pedang dan beberapa butir pil koplo.

Kronologi yang beredar awalnya AK Cs sudah mabuk pil kemudian mencari
pengunjung pasien yang bermasalah dengannya. ”Dia menunggu di tempat
Lek Muh angkringan, ternyata di tempat tersebut ‘kesenggol’ sama menantu
Lek Muh hingga terjadilah cekcok. AK mengancam dan memanggil teman lainnya yang berjumlah empat orang. Warga menganggap mereka pelaku klithih, karena membawa senjata tajam, warga menghadang dan memukuli JA dan temannya. Sedangkan 2 teman lainnya kabur,” papar sumber KR Di sekitar
 RSUD Sleman, Minggu (6/1) sore.

Sementara Agus Santoso warga masyarakat yang mengunggah penangkapan pelaku klithih oleh warga di Murangan ke medsos menyatakan dirinya tidak suka adanya klitih karena selain membawa citra jelek Yogya juga ada rasa takut dan was-was kalau pergi malam, "Pinginnya klithih dibasmi karena sangat mengganggu, orang yang nggak salah dan tidak tahu apaapa terkena sasarannya,” ungkapnya.

Agus yang juga admin FB IKKJ Info Kecelakaan dan Kriminalitas Jogjakarta ini menyebutkan sampai Minggu (6/1) sore ada 11.665 like dan 3.761 comment atas video penayangan penangkapan pelaku klithih. Hampir semua comment menyatakan pelaku klitih harus dihukum setimpal. ”Warga masyarakat sudah tidak ingin lagi ada kejadian klithih, supaya dihukum setimpal,” tegasnya.

Sementara Nanik (45) warga sekitar Murangan membenarkan kejadian penghadangan terhadap para pelaku klithih. Sikap masyarakat yang langsung menghajar pelaku klitih saat tertangkap, lanjutnya, karena sudah geram dan melihat sendiri kekejaman pelaku yang tak segan menggunakan senjata tajam membahayakan jiwa dan melukai masyarakat. (M-3)