Jateng Editor : Agus Sigit Sabtu, 05 Januari 2019 / 23:10 WIB

TIDAK HANYA DI MAKAM CANDI NAMBANGAN

Pelaku Perusakan Makam Juga Beraksi di 3 TPU Lain

MAGELANG, KRJOGJA.com - F (25) pemuda yang diamankan ketika melakukan aksi perusakan 2 makam di komplek TPU Candi Nambangan Kota Magelang, Jumat (4/1/2019) malam lalu, diduga juga melakukan aksi perusakan di beberapa makam yang ada di komplek TPU Giriloyo, TPU Kiringan dan TPU Malangan Kota Magelang. Hingga Sabtu (5/1/2019) jajaran Polres Magelang Kota masih mendalami motifnya.

Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan SIK MSi kepada wartawan di Mapolres Magelang Kota, Sabtu (5/1/2019), mengatakat, beberapa domumen ijasah milik F maupun lainnya. Didampingi Waka Polres Magelang Kota Kompol Khamami SH, Kabag Ops Polres Magelang Kota Kompol Sri Hatmo SH MM, Perwakilan FKUB Kota Magelang (Dr HM Towil dan Cirilus Agung Putrasih) maupun lainnya, Kapolres Magelang Kota Magelang mengatakan dua makam di TPU Candi Nambangan yang dirusak merupakan makam pasangan suami-istri.

Dikatakan Kapolres Magelang Kota, Jumat malam lalu juga langsung dilakukan olah TKP untuk melihat apakah ada kesesuaian pola dan modus operandi dari TKP di TPU Giriloyo, TPU Kiringan dan TPU Malangan. Beberapa saksi juga dimintai keterangan, baik saksi di sekitar TPU Candi Nambangan, saksi ahli waris, pihak keluarga maupun saksi di sekitar TPU Malangan.  

Kepada petugas, kata Kapolres Magelang Kota, F mengakui melakukan aksinya di TPU Giriloyo, TPU Kiringan, TPU Malangan dan TPU Candi Nambangan. "Untuk motif, hingga saat ini (Sabtu kemarin, red) masih kami lakukan pendalaman," kata Kapolres Magelang Kota. Penggledahan juga dilakukan di rumah F, Jumat malam, dan ditemukan adanya beberapa dokumen ijasah yang dilepas fotonya.

Jumat malam petugas juga memperoleh informasi F ini juga pernah menjalani rawat jalan di RSJ Prof dr Soeroyo Magelang, anggota Polres Magelang Kota pun datang ke RSJ Prof dr Soeroyo Magelang untuk melakukan pengecekan, dan diperoleh informasi F pernah terdaftar sebagai pasien rawat jalan dan menjalani opname terakhir pada Bulan April 2017 lalu. Pada perjalanan selanjutnya dilakukan pengobatan alternatif di wilayah Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Baru 1 bulan mengikuti pengobatan alternatif, F kembali ke rumah karena tidak kerasan. 

F, lanjut Kapolres Magelang Kota, dalam aksinya selalu sendiri. Untuk menuju ke makam atau pulang dari makam, F tidak naik kendaraan sepeda maupun kendaraan bermotor, tetapi selalu jalan kaki. Aksinya hanya dilakukan di Kota Magelang, itupun di 4 komplek TPU (Giriloyo, Kiringan, Malangan dan Candi Nambangan). Ada 23 makam dari 4 komplek TPU yang dirusak. (Tha)