Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 04 Januari 2019 / 16:46 WIB

BUKA PRAKTEK KECANTIKAN ILEGAL

Edarkan Komestik Oplosan, Pasutri Ditangkap

PURBALINGGA, KRJOGJA.com - Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga meringkus Dra (23) dan P (29), warga Perum Griya Perwira Asri, Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah Purbalingga, Kamis malam (3/1/2019). Pasangan suami isteri itu diduga sebagai pengedar kosmetik ilegal berupa pemutih kulit.

Tersangka pelaku meracik sendiri kosmetik oplosan itu dan tidak mempunyai ijin dari Dinas Kesehatan. Selain menjual, tersangka juga membuka praktek kecantikan dengan kosmetik oplosan tersebut di rumahnya.

"pemutih kulit berupa hand body dan obat untuk pemutih yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah dari pasiennya," tutur Kapolres Purbalingga, AKBP Kholilur Rohman dalam jumpa pers di  Mapolres, Jumat siang (4/1/2019).

Tersangka memperoleh barang-barang tersebut secara online. Sedangkan bahan lain untuk oplosan dibeli di toko biasa. Bahan-bahan itu dioplos dan diedarkan sebagai obat pemutih kulit.

"Mereka juga meminta bantuan perawat untuk menangani klien yang perlu suntikan obat pemutih ke pembuluh darah," ujarnya.

Kholilur menambahkan, kedua tersangka sudah melakukan operasinya selama setahun. Dalam  seminggu, rata-rata tiga pasien datang ke rumah tersangka di Perum Griya Perwira Asri, Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, yang digunakan sebagai tempat praktek.

"Mereka sudah cukup dikenal dikalangan masyarakat Purbalingga. Rupanya warga tidak tahu mereka tidak mempunyai izin untuk praktek perawatan kesehatan," tambahnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa delapan botol plasenta dan body lotion merk plasenta, 14 botol berlebel Suntik Pemutih Purbalingga dan seperangkat alat infus whitening.

Tersangka Dra mengaku mematok tarif sekitar Rp 300-500 ribu untuk  sekali perawatan kepada kliennya. Ia juga menjual produk kosmetik ilegal bermerek 'Suntik Pemutih Purbalingga' yang dioplos dan dimasukkan kedalam botol secara online sekitar Rp 80-100 ribu.

Dra juga menyebutkan, dalam seminggu kadang bisa menjual dua tiga botol. Kosmetik itu dijual keluar kota hingga ke Jogja, Bogor dan Purwokerto.

"Kalau Purbalingga pembelinya rata rata ibu ibu rumah tangga dan wanita-wanita malam," ujarnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 197 Undang -undang Nomor 37 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Tersangka diancaman pidana penjara 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.  (Rus)