DIY Editor : Agus Sigit Jumat, 04 Januari 2019 / 11:40 WIB

Jalani Prosesi Siraman Hari Ini

Syahdu..Kisah Cinta Calon Pengantin Pakualaman Berawal Sejak SMA

YOGYA, KRJOGJA.com - Putra Mahkota Kadipaten Pakualaman, BPH Kusumo Bimantoro ST dan calon istrinya, dr Maya Lakhsita Noorya menjalani prosesi siraman Jumat (4/1/2019) pagi. Keduanya menjalani prosesi secara terpisah di mana pengantin pria di Kagungan Ndalem Bangsal Parangkarsa Pura Pakualaman sementara pengantin wanita di Kepatihan Pakualaman. 

Calon pengantin wanita terlebih dahulu menjalani siraman pukul 08.30 WIB pagi tadi. Sementara calon pengantin pria menjalani siraman pukul 09.30 WIB setelah mendapatkan air siraman dari pengantin putri. 

KRjogja.com merangkum biodata kedua calon pengantin yang akan melaksanakan ijab qobul Sabtu (5/1/2019) pagi besok. Sumber yang didapatkan KRjogja.com yakni dari buku Dhaup Ageng yang diterbitkan panitia dari Pura Pakualaman Ngayogyakarta Hadiningrat. 

BPH Kusumo Bimantoro ST, merupakan putra sulung KGPAA Paku Alam X dan GKBRAA Paku Alam yang lahir di Yogyakarta 10 April 1992. Kusumo Bimantoro kecil menempuh jenjang pendidikan mulai TK Pertiwi Pura Pakualaman, SDN Pura Pakualaman I Yogyakarta hingga beranjak ke SMPN 5 Yogyakarta. 

Selepas lulus SMP, Kusumo Bimantoro melanjutkan pendidikan ke SMAN 5 Yogyakarta kemudian meneruskan kuliah di Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Sosok Kusumo Bimantoro sendiri memiliki hobi menggambar dan memecahkan misteri Fisika. Ia juga memiliki visi pembangunan kebudayaan mengembalikan marwah Kota Yogyakarta sebagai kota budaya terutama dari segi arsitektur. 

Sementara mempelai wanita, dr Maya Lakshita Noorya merupakan putri pasangan Ir H Mandiyo Priyo MT dan Hj Rini Wijayanti MPd yang lahir di Sleman 27 April 1991. Maya kecil menempuh pendidikan di TK Masjid Syuhada Yogyakarta, SD Muhammadiyah Sokonandi Yogyakarta dan SMP N 5 Yogyakarta. 

Selepas SMP, Maya meneruskan pendidikan di SMAN 5 Yogyakarta sebelum melanjutkan ke Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Maya memiliki visi bidang kesehatan yakni meningkatkan pelayanan dengan mengedepankan nilai kultural. Nilai-nilai kebudayaan yang diterapkan terus-menerus hingga menjadi kebiasaan (pakulinan) menjadi strateginya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal. 

Kisah cinta pasangan ini dimulai saat bangku SMA di SMAN 5 Yogyakarta. Sebelumnya, Kusumo Bimantoro dan Maya Lakshita juga satu SMP di SMPN 5 Yogyakarta. 

Kedekatan mereka bermula saat keduanya sering mengerjakan tugas bersama di sekolah. Melihat keserasian antara keduanya, guru dan rekan sekolah lantas mencomblangkan mereka hingga benih cinta tumbuh. 

Keduanya dinilai merupakan pasangan serasi dan ternyata gayung bersambut. Tak disangka kisah asmara dua sejoli tersebut terus mengalir hingga akhirnya menyatakan komitmen untuk saling sehidup-semati. (Fxh)