Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 31 Desember 2018 / 15:10 WIB

Bercuaca Ekstrem, Malam Tahun Baru di Merbabu Ditutup!

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Pendaki yang biasa menghabiskan malam pergantian tahun di gunung Merbabu harus legawa. Pasalnya, pihak pengelola memutuskan menutup jalur pendakian karena cuaca di puncak sangat ekstrem.

Penutupan ini berkaca pada kasus beberapa pendaki terpaksa dievakuasi oleh relawan setelah diterjang hujan dan badai kencang beberapa jam. Ada yang hiportemia dan ada juga yang mengalami asma.

Radit, relawan Gunung Merbabu mengaku telah mengevakuasi lima pendaki. Di antaranya di pos satu, pendaki perempuan terpaksa dibantu untuk turun gunung lantaran mengalami hiportemia.

Begitu juga di pos dua, ada dua pendaki perempuan yang tak sadarkan diri dan satu orang masih sadar yang juga mengalami hiportemia. “Ada satu pendaki laki-laki yang hipertemia dan seorang pendaki lain asma,” ujarnya.

Menurutnya cuaca di Gunung Merbabu sangat ekstrem hujan badai berjam-jam menjadikan pendaki tidak tahan mengalami  hiportemia. Camp tenda dum para pendaki juga banyak yang patah.

Sementara itu, Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Johan Setiawan memerintahkan seluruh jalur pendakian Merbabu untuk ditutup sementara. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada pendaki, mengingat cuaca ekstrem terjadi di Gunung Merbabu.  

“Penutupan jalur pendakian ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” imbuhnya. (*)