Jateng Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 29 Desember 2018 / 15:10 WIB

Sita 889 Botol Ciu, Satpol PP Gencar Operasi Pekat

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Sebanyak 889 botol minumas keras (miras) jenis ciu disita petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Kecamatan Mojolaban. Miras tersebut sudah dalam bentuk dikemas siap edar untuk dikirim ke berbagai daerah tujuan penjualan. Pelaku bahkan sudah mengemas ciu tersebut menggunakan botol miras bermerek. 

Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo, Sabtu (29/12/2018) mengatakan, operasi pekat digelar Satpol PP Sukoharjo dengan menyebar petugas disejumlah tempat di wilayah Kecamatan Mojolaban pada Jumat (28/12/2018) malam. Satpol PP Sukoharjo sengaja menyasar kegiatan di wilayah Kecamatan Mojolaban karena paling tinggi tingkat kerawanan pelanggaran peredaran miras. Penyebabnya tidak lain karena banyaknya pelaku usaha perdagangan atau perajin ciu. 

Dalam operasi pekat tersebut petugas Satpol PP Sukoharjo berhasil mendapatkan barang bukti berupa miras jenis ciu dalam kemasan botol dari pedagang dan perajin. Para pemiliknya tidak bisa berkutik saat dilakukan penyitaan. Semua barang yang ditemukan kemudian disita. 

Petugas Satpol PP Sukoharjo dalam operasi juga menemukan ciu jenis baru yakni ciu kluthuk. Ciu tersebut dibuat perajin hasil fermentasi dengan pisang kluthuk. 

“Ada juga temuan petugas berupa miras yang dikemas dalam botol bermerek. Semua temuan miras kami sita sebagai barang bukti operasi pekat,” ujarnya. 

Pemilik miras ciu tersebut rencananya akan mengedarkan barang kesejumlah daerah seperti di Muntilan Yogyakarta dan di wilayah Jawa Timur. Namun sebelum dijual petugas sudah lebih dulu melakukan penyitaan. 

Untuk meminimalisir keluarnya miras ciu dari wilayah Kecamatan Mojolaban maka Satpol PP Sukoharjo akan memperketat pengawasan bersama dengan aparat. Sebab menjelang perayaan tahun baru sangat rawan disalahgunakan untuk peredaran miras. 

“Operasi nantinya juga akan menyasar pada sejumlah kendaraan pengangkut barang karena dikhawatirkan miras ciu diedarkan sampai ke luar daerah,” lanjutnya. 

Khusus untuk sasaran kendaraan Heru menegaskan tetap melibatkan petugas terkait lain seperti Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo. Sebab merekalah yang memiliki kewenangan penindakan dalam razia di jalan raya. 

“Sudah ada instruksi tegas dari Bapak Bupati, Kapolres dan Dandim 0726 Sukoharjo untuk menindak pelaku peredaran miras. Terlebih lagi menjelang perayaan tahun baru maka operasi pekat akan kami perbanyak,” lanjutnya. (Mam)