DIY Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 29 Desember 2018 / 08:50 WIB

Angka Bunuh Diri di Gunungkidul Tinggi, Gantung Diri Banyak Dipilih

WONOSARI, KRJOGJA.com - Data bunuh diri di Polres Gunungkidul selama 2018 sebanyak 33 kasus. Paling banyak 27 meninggal akibat gantung diri. Sementara dibandingkan 2017 memang menurun, karena yang meninggal gantung diri mencapai 30 kasus. Namun demikian, angka tersebut masih cukup banyak dan menjadi ‘pekerjaan rumah’ bagi kepolisian maupun pemerintah daerah. Agar mampu menekan terjadinya kasus bunuh diri. 

“Kondisi geografis di Gunungkidul cukup luas. Jarak atau tempat tinggal antar warga juga berjauhan. Padahal untuk mencegah kasus bunuh diri diperlukan keterlibatan atau kepedulian lingkungan,” kata Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Aula Mapolres, Jumat (28/12/2018) sore.

Kegiatan dihadiri seluruh pejabat Polres, Kapolsek dan wartawan. Diungkapkan, pemkab Gunungkidul juga telah membentuk Satgas Berani Hidup. Pada 2019 mendatang, harapannya satgas ini akan semakin meningkat. Kepolisian melalui Babinkamtimbas juga melakukan sosialisasi ke masyarakat. Agar upaya penanggulangan bunuh diri dapat berjalan maksimal. Memang untuk mengatasi kasus tersebut diperlukan sinergi semua pihak, tidak hanya kepolisian tetapi juga pemkab, instansi terkait dan masyarakat. 

“Membutuhkan koordinasi semua pihak,” jelasnya.

Sementara pada kasus Narkoba, jika 2017 lalu tidak ada kasus siswa SD, pada 2018 ditemukan 8 kasus.Termasuk adanya peningkatan atau menyasar usia 8 tahun hingga 18 tahun. Karena pada usia tersebut ditemukan 7 kasus. Meningkatkan kasus pada usia pelajar ini dikarenakan adanya peredaran pil sapi. Karena pil tersebut bisa diperoleh dengan harga yang murah. 

“Memang adanya pil murah tersebut membuat kasus di kalangan pelajar menjadi naik,” imbuhnya. (Ded)