Ragam Editor : Agus Sigit Jumat, 28 Desember 2018 / 17:35 WIB

Mancing Dapat Kodok Kuning, Awas Jangan Dipelihara!

BAGI Seno (nama samaran), memancing adalah salah satu hobi kegemarannya. Bahkan bisa dibilang sudah menjadi rutinitas setiap libur. Maklum, sebagai seorang buruh di sebuah rumah makan di Yogyakarta, Warsono harus bekerja secara bersift. Sehingga ketika libur tiba, yang ingin dilakukan Seno hanyalah memancing.

Di kampungnya, Warsono dikenal sebagai ahlinya memancing. Hal ini dikarenakan Seno memang bisa segala teknik mancing. Tempat yang didatangi juga beragam. Kali Progo, Kali Bedog dan Kali Opak, semua pernah dijajali Seno. Termasuk juga mancing di tempat wingit.

Hari itu, Seno memancing di Kali Progo di wilayah Srandakan. Ia menggunakan teknik nglumutan watu di tengah kali. Ia berharap bisa dapat ikan gede. Namun hari itu Seno kurang beruntung. Ia hanya dapat ikan-ikan kecil saja. Padahal ia datang sejak tadi pagi. Ketika hari mulai sore justru pancingnya menyangkut kodok kecil berwarna kuning cerah. Seno merasa kodok itu langka dan cantik. Iapun berniat memeliharanya. Saat hari sudah mulai gelap, Seno memasukan kodok itu ke dalam kepisnya.

Di rumah ia meletakkan kodok itu di bekas bak kamar mandi yang bubrah di samping rumahnya.Selama tiga hari tidak ada yang aneh. Tapi memasuki hari keempat, banyak kejadian aneh menimpa. Anaknya yang berumur 3 tahun sering menangis tanpa sebab. Istrinya juga sering berbicara sendiri. Tak hanya itu, Seno sering mendengar samar-samar suara “Balekno aku, aku ono sik duwe”. Entah darimana suara itu berasal.

Merasa tidak kuat dengan kejadian aneh yang terus menimpanya, Seno memutuskan untuk sowan ke Eyang Joyo (nama samaran), sesepuh desanya yang juga punya kemampuan linuwih. Eyang Joyo lantas memegang tangan Seno. Ia berusaha menerawang apa yang terjadi. Akhirnya Eyang Joyo mengerti.

“Kodok kuning yang kamu pelihara di rumahmu itu sebenarnya ada yang punya. Kodok itu peliharaan danyange kali yang menghuni sumur tua di sekitar tempat kamu memancing. Itu penyebabnya keluarga kamu sering mengalami hal aneh.” ujar Eyang Joyo.

“Lalu apa yang harus saya lakukan, eyang?” tanya Seno.

“Kembalikan kodok itu di tempatnya. Jangan lupa ditaburi garam di sekitar saat kamu melepas kodok itu. Jangan lupa berdoa dan bawa kembang ini. Jika selesai minta ngapura. Lakukan itu semua. Insya Allah keadaan akan kembali normal,” Ujar Eyang Joyo.

Keesokan harinya, Seno melaksanakan semua pesan Eyang Joyo. Setelah urusan selesai, Seno pulang ke rumahnya. Semenjak kejadian itu kondisi keluarganya membaik lagi. (Septaberlianto)