Ragam Editor : Agus Sigit Jumat, 28 Desember 2018 / 14:47 WIB

Lampu Motor Mati Berulangkali, Ternyata Itu Pertanda Buruk

SUDAH sepuluh kali, lampu motor Taru (bukan nama asli) mota-mati. Padahal ia seorang bengkel motor yang ahli soal ini. Sejak 10 tahun buka bengkel di Loa Duri, baru kali ini dipermainkan motornya sendiri. Hal ini terjadi saat akan ke pekan pembangunan di Alun-alun Kukar. Atas permintaan anak untuk menonton pekan budaya tahunan. Motor itu dikendarai dengan bertiga anak dan istrinya.

Lampu itu telah membuatnya marah, sehingga diluapkannya dengan menggebrak motornya. Padahal baru kali ini motor kesayangannya ini ngadat. Yang menjadi tanda-tanya, soal lampu yang berkali-kali padam. Soalnya seharian tak ada masalah. Tetap bisa nyala dan tak ada apa-apa.

Begitu sampai di tanjakan memasuki kawasan Bukit Biru, Taru menjadi kaget. Motor yang tadinya diperbaiki mati lagi lampunya. Padahal di tanjakan ini ada sedikit cerita soal lubang api zaman Jepang yang menyisakan misteri. Kadang terlihat ada serdadu yang berpatroli di area itu. “Ada apa ini?” katanya dalam hati.

Niat awal ingin ke alun-alun pun diteruskan. Ia mulai melihat-lihat hasil pembangunan warga Kukar dan beberapa anjungan kerajinan, kuliner dan beberapa stan yang menarik.

Baru asyiknya menikmati, ia mendapat bel dari adiknya yang di Teluk Dalam. “Halo! Ada apa Bi?”

Adiknya itu tak dapat berkata. Cuma dalam WA ada gambar ia di rumah sakit. Taru langsung tahu maksud pemberitahuan adiknya tadi. Rupanya ada sesuatu yang telah menimpa adiknya. Dan iapun segera ke lokasi yang ditunjukkan lewat sinyal HP.

Padahal jarak itu lebih kurang 30-an kilo. Namun tetap saja Taru bertekat ke tempat adiknya. Namun baru sampai tengah perjalanan, ada kabar yang mengatakan anaknya tadi tak tertolong. Ternyata tadi sore saat main-main dekat tumpukan karpet, ia kejatuhan barang itu. Kecelakaan yang menyebabkannya tak tertolong. “Semoga kehidupannya di sisi-Nya lebih bahagia. Aamiin.” Doa yang dipanjatkan Taru untuk keponakannya. (WA Sutanto)