Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 28 Desember 2018 / 06:31 WIB

Tunjuk SBY dan Megawati Jadi Penasihat, Pramuka 'Main' Politik?

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso menegaskan penunjukkan Bacharuddin Jusuf Habibie, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, sampai Nadiem Makarim sebagai Dewan Penasihat Nasional Gerakan Pramuka tidak bermuatan politis.

"Jadi ini murni sebagai pembinaan generasi muda," kata Budi Waseso dalam keterangannya kepada media, Kamis (27/12/2018).

Budi Waseso menjelaskan, sebagian tokoh-tokoh yang masuk dalam jajaran Dewan Penasihat pernah berjasa membangun Pramuka. Bacharuddin Jusuf Habibie misalnya, pernah berkontribusi membangun Pramuka saat menjabat sebagai Presiden RI ketiga.

Demikian juga dengan Megawati Soekarnoputri yang pernah menjabat sebagai Presiden kelima RI dan Susilo Bambang Yudhoyono Presiden keenam RI.

"Makanya kita ingin beliau-beliau sebagai penasihat. Siapa tahu pemikiran beliau, keinginan beliau yang dulu belum tercapai bisa kita serap, ambil, untuk mendorong Pramuka lebih baik," ujar dia.

Mantan Kabareskrim Polri ini meminta penunjukan Dewan Penasihat Nasional Gerakan Pramuka tidak dikaitkan dengan isu politik. Apalagi disangkutpautkan dengan Pilpres 2019.

"Jadi jangan karena ini tahun politik dikait-kaitkan dengan politik. Sama sekali tidak ada. Pramuka tidak identik dengan kegiatan politik dan dia tak boleh berpolitik," tegas Budi Waseso.(*)