Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 27 Desember 2018 / 16:25 WIB

MUI Sragen : Perda Miras Masih Mandul

SRAGEN, KRJOGJA.com -  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sragen menilai keberadaan peraturan daerah (Perda) minuman keras (Miras) masih 'mandul', belum mampu mengurangi peredaran minuman beralkohol. Terbukti, di berbagai hajatan pernikahan sejumlah tempat, masih sering dijumpai miras disuguhkan untuk tamu undangan.

Dibutuhkan langkah nyata dari Pemkab Sragen bersama jajaran kepolisian untuk penegakan Perda miras tersebut. "Kami menilai belum ada gebrakan dari pemkab maupun polisi meski sudah ada Perda larangan miras. Saya masih sering menjumpai adanya miras di berbagai hajatan rumah warga," ujar Sekretaris MUI Sragen, Muh Fadlan, Kamis (27/12). 

Menurut Fadlan, mestinya aparat kepolisian bisa tegas melarang peredaran miras dengan berbekal perda tersebut sebagai acuan hukum. Jika mendapati hajatan pernikahan menyajikan atau menyuguhkan miras untuk tamu undangan, harus ditindak tegas. "Kami masih menunggu ketegasan aparat untuk memberantas peredaran miras di Sragen. Jangan sampai nanti elemen masyarakat yang bertindak sendiri memberantas miras," jelasnya.

Fadlan menilai keberadaan Perda miras sejauh ini masih mandul karena belum ada tindaklanjut di lapangan. "Kami hanya mengingatkan bahwa miras adalah awal dari sebuah tindak kejahatan. Harus ada peradilan cepat untuk yang nekat mengkonsumsi atau mengedarkan miras, sehingga bisa menjadi salah satu sok terapi," tandasnya. (Sam)