DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 27 Desember 2018 / 10:57 WIB

Akun Facebook Wabup Bantul Diretas

BANTUL, KRJOGJA.com - Aksi kejahatan dengan modus meretas akun facebook milik Wakil Bupati (Wabup) Bantul H Abdul Halim Muslih nyaris makan korban. Sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkab Bantul diminta untuk mentransfer sejumlah uang. Peristiwa tersebut membuat geram Abdul Halim Muslih, sehingga melaporkan ulah pelaku itu ke Polres Bantul.

Hingga Rabu (26/12/2018) petang kemarin akun dengan 5.000 jumlah pertemanan itu belum bisa digunakan lagi. Wabup Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, peretasan akun Facebook miliknya pertama kali diketahui, Senin (24/12/2018).

Siang itu, stafnya menginformasikan mendapat pesan janggal di akun Facebooknya. Kemudian mencoba untuk masuk atau log in ke akun Facebooknya, namun selalu gagal. Setelah itu sejumlah orang yang menjadi sasaran penipuan mengecek kebenaran permintaan uang itu.

Halim mengatakan, selain teman dekatnya, beberapa sasaran lainya adalah akun milik pejabat Pemkab Bantul, lurah dan beberapa orang yang sering berinteraksi dengan Wabup di facebook. ”Saya belum masuk ke akun itu, karena sampai sekarang hacker juga meretas email saya,” ujarnya.

Setelah menjadi korban, Halim sudah melaporkan aksi tersebut ke Polres Bantul. Selain itu, Polda DIY juga turun langsung melacak pelaku peretasan itu. Karena dalam melacak jejak digital dibutuhkan alat khusus yang hanya dimiliki Polda DIY. ”Hari ini (kemarin) saya sudah melaporkan ke Polres karena ini tidak hanya membajak akun, tapi sudah menipu dengan mencatut nama saya,” jelasnya.

Halim juga berencana melapor ke Bank BNI lantaran nomor rekening yang digunakan pelaku merupakan nasabah bank tersebut. Menurutnya, tidak hanya satu rekening, karena selain atas nama Sri Wahyuni Permata, pelaku juga memberikan nomor rekening atas nama Eriska M.

Komunikasi dengan Bank BNI sudah dilakukan dan kedua rekening itu diblokir. Halim mengaku merasa sangat terganggu, karena facebook itu selama ini dimanfaatkan untuk berinteraksi dan bekomunikasi langsung dengan masyarakat, tapi justru digunakan orang untuk menipu.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo mengatakan, aduan dan laporan itu sudah diterima. Pihaknya segera mendalami aduan tersebut untuk mengetahui bagaimana unsur pidananya. (Roy)