Gaya Hidup Agregasi    Kamis, 27 Desember 2018 / 02:18 WIB

Jangan Pelit Kasih Hadiah ke Orang, Ini Manfaatnya untuk Anda

HARI Raya Natal sebentar lagi tiba. Biasanya umat Kristiani merayakan momen tersebut dengan cara-cara tertentu. Salah satunya adalah bertukar atau memberikan hadiah kepada sanak saudara, kerabat, kekasih, maupun teman.

Tak hanya sekadar memberikan kebahagiaan bagi orang lain, memberi hadiah juga membawa seseorang memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science.

Dalam penelitian tersebut dikatakan kebahagiaan mendapatkan hadiah akan cepat berkurang dalam hitungan hari. Tapi sukacita karena memberikan hadiah dapat bertahan selama berhari-hari. Untuk menguji konsep tersebut, peneliti melakukan studi analisis terhadap 96 peserta.

Para peserta diberikan hadiah uang sebesar $ 5 atau sekira Rp70 ribu. Mereka diminta untuk menghabiskan uang tersebut. Entah itu untuk diri sendiri, dibelanjakan untuk amal, atau membeli kue toples.

Setelah dianalisis, orang-orang yang menghabiskan uang untuk diri sendiri pada awalnya cukup senang. Tetapi dalam waktu lima hari kebahagiaannya memudar. Sementara, orang-orang yang memberi uangnya untuk amal tetap merasa bahagia selama lima hari

Dalam eksperimen yang lebih besar, peneliti menganalisis sekira sekitar 500 orang. Mereka ditantang untuk menyelesaikan permainan teka-teki online. Setiap berhasil satu putaran, mereka akan dihadiahi 5 sen. Hadiah itu dapat disimpan atau disumbangkan untuk amal. Kemudia peneliti bertanya kepada para peserta mengenai tingkat kebahagiaannya.

Hasil analisisnya pun sama saja. Peserta yang memilih untuk menyumbangkan uang hasil kemenangan telah mempertahankan kebahagiaan selama berhari-hari. Sedangkan mereka yang menyimpan hadiahnya hanya merasa senang sesaat.

“Penelitian kami mengungkapkan pemberian berulang, bahkan dengan cara yang identik untuk orang lain, dapat terus terasa relatif segar dan menyenangkan,” tandas peneliti psikologi Business of Chicago Booth School of Business, Ed O'Brien dalam sebuah pernyataan seperti yang dikutip Okezone dari New York Post,  (21/12/2018).