DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 26 Desember 2018 / 15:12 WIB

Status Merapi Tetap Waspada

YOGYA, KRJOGJA.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY sudah melakukan berbagai antisipasi dan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota agar wisatawan yang sedang menikmati libur akhir tahun di DIY tetap merasa aman. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mensosialisasikan kepada operator vulkano tour tentang pentingnya standar keamanan yang harus ditaati.

Selain itu, para petugas termasuk dari BPBD, sengaja disebar di sejumlah titik yang banyak dikunjungi wisatawan. Adapun soal perkembangan aktivitas Gunung Merapi, BPBD DIY bersama dengan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) akan terus menyampaikan perkembangan informasi terkini ke masyarakat.

”Saat ini status Gunung Merapi masih sama (waspada). Apabila ada wisatawan yang melihat adanya aktivitas yang dirasa tak wajar, tidak usah panik, tapi tetap mengikuti arahan dari petugas. Aktivitas wisata disejumlah kawasan masih berlangsung seperti biasa (dengan radius 3 Km). Sehingga di luar radius itu masih aman untuk menikmati keindahan Gunung Merapi, tentunya dengan tetap menaati himbauan dari petugas,” terang Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana.

Biwara mengatakan, bersamaan dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru 2019, pihaknya dengan dukungan stakeholders terkait terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan. Bahkan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan perkembangan terkini tentang kondisi Merapi, ada relawan yang selalu memantau. Dengan begitu setiap ada perkembangan terkini bisa langsung disampaikan ke masyarakat.

”Selain mengintensifkan koordinasi dengan BPBD di kabupaten/- kota dan BPPTKG, kami juga berkoordinasi dengan Dinas PUP ESDM DIY berkaitan dengan aktivitas penambangan,” ujar Biwara.

Lebih Lanjut Kepala BPBD DIY menambahkan, selain objek wisata di Kawasan Merapi, saat ini banyak destinasi wisata adrenalin. Guna memastikan keamanan di objek wisata tersebut, pihaknya mengimbau agar wisatawan benarbenar memperhatikan keamanan, termasuk kendaraan yang digunakan. Karena jika hal itu tidak diperhatikan dikhawatirkan bisa membahayakan mengingat medannya yang sulit dan berada di ketinggian.

”Operator wisata juga perlu mengecek peralatan yang akan digunakan untuk atraksi-atraksi, jangan sampai pengunjung dirugikan,” ungkap Biwara. (Ria)