Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 26 Desember 2018 / 13:31 WIB

Tingkatkan Kewaspadaan, Wilayah KRB III Merapi Dipasang CCTV

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali bekerjasama dengan BPBD provinsi Jateng memasang lima unit CCTV dipasang di wilayah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, yang menjadi wilayah pemukiman paling dekat dengan puncak Merapi.

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, Rabu (26/12/2018) menjelaskan, pemasangan CCTV dilakukan sejak tanggal 20 Desember kemarin, menyusul adanya aktivitas vulkanis Merapi  dengan guguran lava pijar yang mulai terjadi sejak akhir November kemarin. Meski wilayah Desa Tlogolele atau wilayah lain di Boyolali tak masuk dalam jalur guguran lava yang selama ini meluncur ke hulu Kali Gendol yang mengarah ke wilayah Kabupaten Sleman, namun peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan. 

“Ada lima titik yang kita pasangi CCTV di wilayah Desa Tlogolele yang menjadi wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau radius tiga km dari puncak,” jelasnya.

CCTV tersebut, sambungnya, bisa diakses secara langsung melalui telepon pintar dan dipasang di titik-titik yang bisa memantau kondisi dan situasi di wilayah yang perlu pengawasan secara intens, semisal di jalur evakuasi serta di Dukuh Stabelan yang menjadi pemukiman yang paling dekat dengan puncak Merapi. “CCTV ini sebagai deteksi dini kalau terjadi apa-apa, termasuk kemungkinan luncuran awan panas dan sebagainya. Sehingga langkah penanganan bisa dilakukan secara tepat dan efektif,” jelasnya.

Terkait aktovotas luncuran lava pijar, dimana luncuran terakhir terpantau terjadi pada Selasa (25/12/2018) pukul 21.39 WIB mengarah ke hulu Kali Gendol sejauh 300 meter, Sinung menjelaskan bahwa hal tersebut tak merubah level kondisi Merapi yang masih berstatus Waspada. Berbagai sosialisasi sudah dan terus dilakukan pada masyarakat, terutama di wilayah KRB II, untuk tetap mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan, yakni tetap menjaga kewaspadaan dan tak beraktivitas sesuai radius yang ditetapkan. “Tetap tenang dan jangan termakan isu atau berita yang tak benar,” tegasnya. (Gal)