DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 26 Desember 2018 / 10:48 WIB

Keberadaan Perlintasan Sebidang Perlu Diwaspadai

YOGYA, KRJOGJA.com - Selama masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, intensitas perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 6 Yogya mengalami peningkatan. Keberadaan perlintasan sebidang pun perlu diwaspadai meski sudah ada petugas jaga yang melakukan pengamanan.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogya Eko Budiyanto, mengungkapkan di wilayah kerjanya terdapat 476 perlintasan kereta api. Sebanyak 293 di antaranya adalah perlintasan yang tidak dijaga dan 61 perlintasan masuk kategori perlintasan tidak resmi.

"Seluruh perlintasan kereta adalah wilayah yang rawan terjadi kecelakaan. Oleh karena itu, masyarakat atau pengguna jalan lain sebaiknya mendahulukan perjalanan kereta api dan mematuhi rambu-rambu yang ada," jelasnya.

Menurut Eko, meskipun perlintasan sebidang sudah dilengkapi dengan palang pintu perlintasan, namun keamanannya tetap bergantung dari masyarakat. Apalagi jika pengguna jalan tidak mematuhi aturan atau rambu-rambu yang diberikan, maka perlintasan tersebut akan menjadi perlintasan yang rawan kecelakaan.

Sementara untuk antisipasi peningkatan perjalanan kereta api, PT KAI Daop 6 Yogya juga menambah petugas penjaga pintu perlintasan kereta api serta personel pemeriksa rel. Selama masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, PT KAI Daop 6 Yogya menjalankan delapan kereta tambahan.

"Sebagian besar kereta tambahan itu untuk melayani peningkatan kebutuhan masyarakat baik ke arah timur atau Surabaya, dan ke arah barat atau ke Jakarta," imbuh Eko.

Delapan kereta tambahan tersebut di antaranya Argo Lawu dan Argo Dwipangga tambahan yang akan dijalankan dari Solo Balapan tujuan Jakarta Gambir, Taksaka Pagi dan Malam relasi Yogyakarta - Jakarta, Lodaya relasi SoloBandung, Sancaka relasi Yogya-Surabaya serta Mataram Premium relasi Lempuyangan-Jakarta Pasar Senen. Setiap rangkaian kereta tambahan dapat membawa sekitar 450 hingga 500 penumpang dalam satu kali perjalanan. Dengan begitu ada sekitar 4.500 tambahan tiket per hari selama 16 hari.

"Pada masa libur akhir tahun ini akan ada peningkatan jumlah penumpang dibanding tahun lalu, yaitu dari 600.000 penumpang menjadi 623.000 penumpang," jelasnya.

Sedangkan masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dilaksanakan mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Durasinya bisa diperpanjang jika masyarakat masih membutuhkan. Sementara puncak keberangkatan penumpang dari Daop 6 Yogya diperkirakan terjadi pada 1 Januari 2019 dengan 42.000 penumpang. (Dhi)