DIY Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 23 Desember 2018 / 15:56 WIB

BERI DISKON KHUSUS

Hadapi Musim Sepi Wisatawan, Jogja Heboh Ketiga Siap Digelar

YOGYA, KRJOGJA.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bekerjasama dengan Asita, PHRI, sejumlah Operasi Perangkat Daerah (OPD) di DIY beserta sejumlah stakeholder hingga perbankan bakal menggelar ajang Jogja Heboh yang ke-3 pada 1 hingga 28 Februari 2019 mendatang. Ajang Jogja Heboh tersebut sekaligus akan mengenalkan aplikasi Jogja Heboh guna memudahkan akses masyarakat dalam membeli produk baik di pasar tradisional, pasar modern dan sebagainya/

Ketua Panitia Jogja Heboh Gonang Djuliastono mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan aplikasi Jogja Heboh. Rencananya aplikasi tersebut akan di-launching pada Februari 2019 mendatang. Dengan adanya aplikasi Jogja Heboh tersebut diharapkan bisa memudahkan akses masyarakat dalam membeli produk, mulai pasar tradisional, pasar modern, pariwisata, hotel sampai pusat hiburan. 

"Lewat aplikasi Jogja Heboh' masyarakatbisa melihat pertumbuhan ekonomi dari 1 sampai 28 Februari 2019. Termasuk bagaimana perkembangan mal, pasar tradisional, pasar modern, atau pasar hobi. Ini bisa dijadikan perbandingan dan alat rekam data,"kata Gonang seusai bersilaturahmi,  dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis.

Menurut Gonang, rencananya semua transaksi keuangan akan dikerjasamakan dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY agar pemasukan keuangan tidak terpusat di pemerintah pusat.Dengan begitu pemasukannya langsung ke daerah. Untuk bisa memanfaatkan fasilitas tersebut, peserta, tinggal mendownload aplikasi Jogja Heboh saja. Karena caranya cukup mudah, pihaknya berharap banyak UMKM kerajinan, pasar tradisional, tenant mal dan lain-lain yang akan menjadi peserta dalam aplikasi ini. Sehingga nantinya jual beli burung, batu akik, klithikan, semua akan masuk.  

"Jogja Heboh juga dapat meningkatkan sinergitas dengan OPD pemerintah kabupaten/kota seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Diskominfo, PT KAI, PT Angkasa Pura, serta komunitas. Tidak mengherankan jika Gubernur DIY mendukung penuh maksud dan tujuan dari acara Jogja Heboh ini. Namun, terdapat beberapa catatan untuk wisatawan asing. Karena belum bisa mengangkat untuk pariwisata internasional,"papar Wakil Ketua Bidang Organisasi Kadin DIY itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana menyampaikan Jogja Heboh ini guna menarik wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) untuk datang ke Yogyakarta sepanjang Februari 2019. Waktu tersebut merupakan low season bagi kunjungan wisman di DIY sehingga ingin dongkrak kunjungan wisatawan yang rendah menjadi normal kembali dengan menghadirkan Jogja Heboh  "Mulai dari transportasi baik udara maupun kereta akan menjadi daya tarik wisatawan dengan mendapatkan diskon khusus. Kemudian hote-hotel, restoran dan pelaku wisata di DIY juga ada diskon khusus," imbuhnya.

Tri Saktiyana mengakui pihaknya juga akan membantu memfasilitasi dan menggandeng Industri Kecil Mengeah (IKM) maupun pelaku industri kreatif di DIY dalam ajang Jogja Heboh tersebut. Pasar-pasar tradisional dengan pedagang yang siap akan dilibatkan dalam Jogja Heboh. " Kami akan memberikan semacam kartu diskon khusus dalam Jogja Heboh itu. Dalam rangka memanfaatkan bulan sepi kunjungan wisatawan tersebut untuk menarik wisatawan dengan berbagai potongan harga khusus," pungkasnya.(Ria/Ira)