Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 23 Desember 2018 / 11:23 WIB

Miras Digilas, Sweeping Ormas Ditindak Tegas

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Effendi mengancam sanksi tegas bagi pelaku sweeping dan perusakan berkedok memberantas penyakit masyarakat (pekat). Ia menjamin aparat mampu menciptakan suasana kondusif di Natal 2018 dan tahun baru 2019.

“Kita mohon ormas dan kelompok lainnya, mendukung aparat menjalankan operasi lilin candi Candi 2018 di Karanganyar. Sudah disampaikan, kalau ada apa-apa, mari berembuk. Jangan main hakim sendiri apalagi mengambil tindakan gegabah. Biar kami selaku aparat penegak hukum saja. Jika nekat, tetap akan diproses sesuai aturan hukum berlaku. Jangan nekat sweeping apalagi dengan tindakan kekerasan di tempat hiburan dan sebagainya,” katanya kepada wartawan usai gelar pasukan operasi lilin candi 2018 di Mapolres, Jumat (21/12).

Ia membuktikan aparatnya bekerja serius memberantas pekat. Kasus penyalahgunaan narkoba dan konsumsi miras telah diusut dan menyeret pelakunya ke meja hijau. Dalam lima bulan terakhir, Polres Karanganyar menyita 1.408 liter ciu, 92 botol vodka, 243 botol bir, 21 botol anggur merah, 14 botol topi miring, 29 botol double kiwi dan tiga botol anggur putih.

Usai gelar pasukan, seluruh barang bukti berkekuatan hukum tetap itu dan 120 batang knalpot brong dimusnahkan dengan cara digilas sampai hancur.

Lebih lanjut dikatakan, esensi operasi lilin candi 2018 merupakan kegiatan rutin Polres Karanganyar yang ditingkatkan di semua sektor. Ia berharap produk hukum daerah terkait peredaran minuman beralkohol mampu menekan peredaran ilegal miras.  

Terkait operasi kepolisian di akhir tahun ini, dilibatkan 1.000 personel dari Polri, TNI, Pemda dan Ormas. Sebanyak 156 gereja diklasifikasi tingkat kerawanan guna menentukan model pengamanannya saat Natal.

“Untuk mendukung masyarakat menjalankan ibadah Natal dan tidak ada hal yang merugikan jemaah,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan upaya pemberantasan penyakit masyarakat menentukan nasib generasi muda. Dari barang bukti miras yang digilas, ia melihat jenisnya biasa dibeli kalangan menengah ke bawah. Tak terkecuali pemuda yang berpenghasilan pas-pasan.

“Kami mengapresiasi dibentuknya kampung antimiras di Segoro Gunung, Ngargoyoso. Secara regulasi, penjualan legal minuman beralkohol juga dikendalikan. Itu di tempat tertentu saja,” katanya. (Lim)