Gaya Hidup Agregasi    Senin, 24 Desember 2018 / 15:55 WIB

Serangan Jantung pada Wanita Berbeda, Kenali Tanda-Tandanya Sist!

Setiap orang berpeluang mengalami serangan jantung. Akan tetapi, sejumlah fakta menunjukkan serangan jantung lebih banyak terjadi pada pria meskipun sebenarnya wanita berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya. Hal ini berkaitan dengan masalah hormonal.

Wanita memiliki hormon estrogen yang lebih banyak. Hormon tersebut dapat berfungsi untuk melindungi jantung. Namun ketika memasuki usia menopause, wanita harus berhati-hati dengan serangan jantung karena kadar hormon estrogen berkurang.

Meski begitu, wanita yang belum memasuki masa menopause tetap harus berhati-hati. Sebab produksi estrogen dapat membuat wanita memiliki ambang batas nyeri yang lebih tinggi. Bisa saja dia sebenarnya mengalami gejala serangan jantung tapi tidak terasa. Kondisi yang tidak disadari ini lebih sering berakibat fatal.

Serangan jantung biasanya ditandai dengan timbulnya rasa nyeri di dada, tepatnya di belakang tulang dada atau lebih ke kiri. Rasa nyeri tersebut bisa menjalar hingga ke dada bagian belakang dan leher. Pada wanita, ternyata rasa nyeri itu bisa timbul di bagian tubuh lain dan tidak diduga sebagai tanda serangan jantung.

Contohnya rasa nyeri yang dialami oleh seorang perawat wanita. Melalui akun Twitter pribadinya, @geewheezie, dia menuliskan agar wanita berhati-hati terhadap rasa nyeri. Perawat tersebut membagikan pengalamannya terkena serangan jantung dengan gejala yang tidak biasa.

"Saya ingin memperingatkan wanita bahwa serangan jantung pada kita terasa berbeda. Minggu lalu saya mengalami serangan jantung. Saya memiliki 95% penyumbatan di arteri kiri anterior kiri saya. Saya berhasil bertahan hidup karena menelepon 911. Saya tidak pernah mengalami nyeri dada, gejalanya bukan seperti yang kita baca. Ternyata saya sudah mengalami serangan jantung selama bermingggu-minggu,” tulisnya seperti yang dikutip Okezone dari Mirror, Jumat (21/12/2018).

Berdasarkan kisah wanita itu, NHS dan British Heart Foundation (BHF) mengatakan gejala serangan jantung pada wanita dapat berbeda dari nyeri dada yang khas. "Serangan jantung pada wanita dapat terasa secara berbeda. Rasa nyerinya lebih terasa di punggung, di antara bahu. Atau seorang pasien mungkin mengalami episode mual dan muntah tanpa nyeri dada,” tulis Profesor Collins dalam keterangan resmi di situs.

Di sisi lain, wanita juga memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk salah diagnosis terkait serangan jantung. Untuk itu, sangat penting untuk menyadari tanda dan gejala serangan jantung meliputi nyeri dada, sesak atau tekanan, serta nyeri di bagian lain tubuh seperti lengan, rahang, leher, punggung, dan perut. Tanda lainnya meliputi pusing, berkeringat, mual, sesak napas, dan perasaan cemas yang luar biasa. (*)