Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 21 Desember 2018 / 12:42 WIB

Bahaya Provokasi, MUI Undang Dua Tim Kampanye Capres

SEMARANG, KRJOGJA.com -  Awal Januari 2019, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng berencana mengundang dua tim kampanye calon presiden dan wakil presiden, terkait berseliwerannya aksi provokasi dan ujaran kebencian lewat medsos. Pemanggilan sebagai upaya menyadarkan agar aksi tersebut tidak berlanjut.

“Kita menginginkan suasana kampanye di tahun politik semakin kondusif dan masyarakat dapat menjalankan demokrasi secara berkualitas,” tegas Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi pada konferensi pers akhir tahun di ruang rapat Masjid Agung Jawa Tengah, Kamis (20/12/2018).

Kiai Darodji didampingi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jateng Drs KH Ali Mufiz MPA dan Sekum Drs KH Muhyiddin MAg menegaskan, bertebarannya provokasi, ujaran kebencian, kampanye negatif melalui medsos, diduga terkait dengan tim sukses kampanye kedua pasangan calon presiden-wakil presiden.

“Sengaja memprovokasi dapat berpotensi munculnya konflik horisontal di tengah masyarakat. Maka harus dicegah,” tegasnya.

Desain mengundang kedua tim sukses kampanye, lanjutnya Darodji, akan dikemas dalam nuansa silaturahmi antarumat di tahun politik, agar umat tidak mudah tercerai berai hanya karena berbeda pandangan dan pilihan politik. Maka membekali tim sukses kampanye tentang bermedsos secara bijaksana dan bermartabat sebagai hal penting.

Selama 2018, Darodji mengatakan banyak program keumatan yang ternyata mendapat sambutan hangat masyarakat, seperti Beranda Ulama dan Ulama Menyapa yang diakses kuat di berbagai media massa.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jateng KH Ali Mufiz mengingatkan seluruh rakyat agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab pada Pileg dan Pilpres 2019. Harapannya agar kegiatan demokrasi berjalan damai dan beradab. Artinya, kata dia, tujuan politik dan berdemokrasi tercapai, tanpa menggoyahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. (Isi)