Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Desember 2018 / 23:10 WIB

Media Asing Ternyata Juga Cermati Jalan Ambles di Gubeng

SURABAYA, KRJOGJA.com - Jalan Gubeng Kota Surabaya, Jawa Timur, tepatnya di sekitar RS Siloam atau dekat BNI Gubeng arah Jalan Sumatera, Selasa, 18 Maret 2018 malam, mendadak ambles sedalam sekitar 8-20 meter dengan panjang 25-100 meter.

Kejadian ini dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christijanto di Surabaya. Eddy mengatakan bahwa benar ada jalan ambles di sekitar RS Siloam.

Namun, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa atas amblesnya Jalan Gubeng. Pihaknya juga menduga amblesnya jalan itu karena adanya pembangunan di dekat jalan tersebut.

Insiden mengerikan ini ternyata menjadi perhatian media internasional. Jalanan ambles yang ukurannya cukup lebar itu diberitakan oleh Newsweek.

Dalam artikel berjudul "Enormous Sinkhole Opens Up Next to Hospital", media Inggris itu menyoroti soal penghentian proyek rumah sakit yang ada di kota terbesar nomor dua di indonesia tersebut.

Dalam keteranganya, Newsweek mengutip pernyataan Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana, yang menyebut kejadian ini diakibatkan kegagalan pengembang dalam membangun pondasi dan area parkir bawah tanah.

Tak hanya Newsweek, media asal Singapura yaitu Straitstimes juga menulis artikel soal peristiwa ini.

Menurut laporannya, polisi setempat langsung menutup sementara kawasan tersebut dan mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Dalam insiden ini, Kapolda Jawa Timur, Lucky Hermawan, mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, demikian ditulis dalam artikel bertajuk "Sinkhole swallows road in Surabaya".

Sementara itu, media lain yang turut menyoroti adalah Xinhuanet. Sejumlah foto dari ketinggian diunggah oleh media China tersebut sehingga seluruh lubang dan jalanan yang ambles terlihat secara keseluruhan.

Media Inquirer.net dalam artikel berjudul "Giant sinkhole opens on busy Indonesia road" turut menuliskan pernyataan dari Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho terkait jalan Gubeng.

"Dinding penahan tidak mampu menahan beban, terutama selama musim hujan," katanya dalam sebuah pernyataan.(*)