Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Desember 2018 / 20:31 WIB

Agar Tak Memberatkan, Tarif Tol Trans Jawa Harus Terjangkau

SURABAYA, KRJOGJA.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tengah mengkaji rasionalisasi tarif jalan tol Trans Jawa.

Nantinya pengenaan tarif di jalan tol Trans Jawa akan seperti pengaturan tarif yang telah berlaku di ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Namun demikian, Herry menuturkan, hal tersebut masih sedang dikaji.

"Kita coba lagi sekarang bagaimana kalau tarifnya di-structure, sehingga proporsional dengan jarak tapi ada maksimumnya. Jadi kalau sudah sampai batas tarif maksimum ya jangan naik lagi," kata dia, saat ditemui, di Gerbang Tol Bandar, Kamis (20/12/2018).

Dia mengatakan, meskipun tol merupakan jalan alternatif, tapi Pemerintah tetap mempunyai kepentingan untuk mengatur agar tarif tol dapat dijangkau oleh masyarakat.

"Sehingga walaupun panjangnya 1.150 km (panjang trans Jawa dari Merak-Banyuwangi), tapi bayarnya bukan berarti Rp 1.000 kali 1.150. ini yang lagi dibicarakan. Sama seperti yang di JORR. 76 km tapi tarifnya Rp 15.000," ujar dia.

Namun, dia menegaskan, kepentingan para operator jalan tol tetap harus diperhatikan demi menjamin kepastian usaha.

"Kita harus jaga (kepastian usaha BUJT). Tidak ada yang bangun kalau tidak ada kepastian pengembalian. Lalu kita harus bisa kepada masyarakat kita ingin agar tarifnya terjangkau. Caranya bagaimana tarif dirasionalisasi," ujar dia.(*)