DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 20 Desember 2018 / 15:41 WIB

Wartawan KR Dipanggil Polisi, Begini Sikap PWI DIY

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Wartawan SKH Kedaulatan Rakyat Asrul Sani Kamis (20/12/2018) dipanggil Polres Kulonprogo sebagai saksi terkait pemberitaan KR edisi Jumat 6 Oktober 2017 berjudul “Buntut Penggerebekan Oknum Perades, BPD Usulkan Pemecatan”. PWI DIY sebagai induk organisasi wartawan di wilayah DIY pun menyatakan sikap atas pemanggilan tersebut. 

Kamis (20/12/2018) siang melalui Ketua Tim Pembelaan Wartawan Hudono SH, PWI DIY menyampaikan tujuh sikap atas peristiwa tersebut. Berikut tujuh sikap PWI DIY yang disampaikan pada wartawan yang juga mendapat penguatan dukungan dari Ketua PWI DIY Drs Sihono HT MSi : 

1. Menyayangkan sikap kepolisian yang dengan mudahnya memanggil wartawan terkait tulisannya.

2. Wartawan dalam menjalankan profesinya mendapat perlindungan hukum sesuai Pasal 8 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. (UU Pers)

3. Karya jurnalistik yang telah diterbitkan di media massa bukanlah tanggung jawab personal (pribadi), melainkan ada penanggung jawab dalam hal ini pemimpin redaksi. (Lihat Penjelasan Pasal 12 UU Pers)

4. Sesuai UU Pers, bila terjadi permasalahan terkait pemberitaan pers, ditempuh upaya melalui hak jawab, hak koreksi dan mediasi.

5. Berdasar MoU antara Dewan Pers dengan Kapolri tahun 2017, hal-hal berkaitan sengketa pemberitaan dilakukan koordinasi antara kedua belah pihak (Polri dan Dewan Pers), sehingga tidak boleh asal main panggil terhadap wartawan.

6. Pemanggilan kepolisian terhadap wartawan untuk dimintai keterangan sebagai saksi merupakan tindakan berlebihan karena tak sesuai dengan UU Pers dan MoU antara Kapolri dan Dewan Pers.

7. Hendaknya tidak ada lagi pemanggilan terhadap wartawan terkait karya jurnalistik yang diterbitkan medianya.

Sebelumnya, Jogja Police Watch (JPW) juga menyampaikan kekecewaan pada Polres Kulonprogo yang dinilai gegabah lantaran profesi wartawan dilindungi undang-undang. JPW menilai ada mekanisme keliru karena seharusnya melalui Dewan Pers. JPW meminta pimpinan kepolisian DIY, Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri untuk mengoreksi kinerja bawahannya di Polres Kulonprogo. (Fxh)