Peristiwa Editor : Ivan Aditya Kamis, 20 Desember 2018 / 15:39 WIB

Inggris Inginkan Pasukan Amerika Tetap di Suriah

AMERIKA, KRJOGJA.com - Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bakal menarik seluruh pasukannya di Suriah mengejutkan banyak pihak. Klaim Trump mereka sudah menang melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) justru diragukan oleh sejumlah sekutunya.

Pemerintah Kerajaan Inggris salah satu yang menentang pernyataan Trump soal penaklukan terhadap ISIS. Sebab mereka juga bahu membahu terjun di medan perang di Suriah menggelar operasi militer menggempur basis kelompok radikal itu.

Inggris menyatakan mereka bersama AS perlahan-lahan bisa mengambil alih wilayah kekuasaan ISIS di sebelah timur Suriah. Namun, untuk menyatakan ISIS benar-benar sudah tak berdaya nampaknya masih jauh dari perkiraan.

"Saya sangat tidak sepakat. Mereka (ISIS) sudah berubah menjadi bentuk ekstremisme baru dan ancamannya tetap menghantui," tulis Menteri Pertahanan Inggris, Tobias Ellwood melalui akun Twitternya.

Pasukan khusus Inggris juga dikabarkan hingga saat ini masih berada di Suriah memburu anggota ISIS. Mereka menyatakan untuk melawan kelompok itu butuh upaya sangat kuat. Sebab ancaman aksi teror dari anggota atau simpatisan mereka tetap ada. (*)