DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 20 Desember 2018 / 10:09 WIB

Petani tak Minat Tanam Kedelai Lokal, Ini Sebabnya

WONOSARI, KRJOGJA.com - Harga kedelai lokal yang rendah di pasaran menjadi penyebab berkurangnya minat petani Gunungkidul untuk menanam dan memproduksi tanaman kedelai lokal. Akibatnya, hingga saat ini, produksi kedelai lokal masih sangat jauh dari target yang telah ditentukan Pemkab Gunungkidul.

"Dari target yang ditentukan seluas 5.041 hektare saat ini baru terealisasi seluas 754 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto kepada wartawan, Rabu (19/12).

Rendahnya produksi kedelai lokal ini membuat pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya mencari solusi agar minat petani dalam menanam kedelai mengalami peningkatan dan memperoleh harga yang tinggi. Upaya yang dilakukan adalah dengan menumbuhkan minat masyarakat khususnya pelaku usaha agar memiliki daya tarik
menggunakan kedelai lokal sebagai bahan baku produk usaha mereka.  “Kami akan terus berupaya memacu produksi dengan mengajak petani untuk membudidayakan tanaman kedelai lokal,” imbuhnya. 

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu memang santer terdengar mengenai melemahnya rupiah atas dolar Amerika yang berdampak terhadap minat pelaku industri tahu dan tempe kedelai lokal. Tetapi kondisi tersebut tidak berlangsung lama, para pengusaha kembali menggunakan kedelai impor dan tidak begitu berpengaruh pada produksi kedelai lokal. Selain produksi kedelai lokal yang masih jauh dari target. (Bmp)