Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 14 Desember 2018 / 14:20 WIB

ICA Sumut Kenalkan Mie Gomak dan Cimpa Unung

PALEMBANG, KRJOGJA.com - Direct Promotion Pariwisata Kota Medan yang dilakukan di Kota Palembang sukses digelar. Acara ini merupakan ajang memperkenalkan pariwisata Kota Medan kepada masyarakat Palembang.  Harapannya, warga Palembang akan mendapatkan beragam informasi mengenai destinasi, kuliner, maupun budaya dari Kota Medan.

Acara yang digelar selama dua hari, Jum'at-Sabtu (14-15/12), sukses mencuri perhatian masyarakat Palembang. Salah satunya dari stand kuliner yang disajikan oleh Indonesian Chef Association (ICA) Sumatera Utara.  Ada sekitar 4 kuliner yang ditampilkan dalam demo masak salah satunya adalah Kuliner Cimpa Unung. Chef Andri Marpaung yang juga Sekretaris ICA Sumatera Utara menjelaskan kuliner ini. 

"Cimpa Unung adalah penganan kue yang berasal dari suku Batak Karo. Terbuat dari beras ketan sebagai bahan utamanya. Isinya menggunakan gula merah yang dicampur dengan kelapa parut. Dan sebagai baju luarnya atau pembungkus, umumnya menggunakan daun singkut. Tetapi kali ini kita menggunakan daun pisang. Cimpa Unung ini biasa disajikan bila ada pesta pesta, baik itu pesta pertemuan keluarga, sampai pesta adat yang besar seperti acara perkawinan, pesta panen besar dan acara lainnya," jelasnya.

Selain Cimpa Unung, ditampilkan juga demo masak Mie Gomak dan Kue Rasidah. Mie Gomak merupakan kuliner yang berasal dari Batak Toba, Tapanuli Utara. Makanan ini menjadi andalan Sumatera Utara, karena mulai dari Siantar, Parapat, Balige, Labuhan Batu, Sibolga hingga Tapanuli sangat akrab dengan kuliner ini. Mie Gomak sangat mudah didapatkan di warung pinggir jalan dan menjadi menu makanan khas dengan bumbu resep turun menurun menggunakan andaliman.

Adapun Kue Rasidah adalah khas dari Melayu Deli. Sajian ini konon merupakan makanan favorit bagi para raja Melayu di Indonesia.  Hingga kini,  kue Rasidah merupakan makanan khas orang melayu. Pada era 1960 hingga 1990-an, kue ini sangat populer dikalangan adat melayu, tapi sekarang kue ini hampir saja terlupakan. (*)