Peristiwa Editor : Agus Sigit Selasa, 18 Desember 2018 / 18:55 WIB

Soal Rekam Biometrik, PATUHI Temui Wamen Haji Arab Saudi

JAKARTA, KRJOGJA.com - Jajaran pengurus Permusyawaratan Antar syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) didampingi Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Jeddah, Dr Muhammad Hery Saripudin diterima Wakil Menteri (Wamen) Haji bidang Umrah Kerajaan Arab Saudi Dr Azis Wazzan di Kantornya di Jeddah, Minggu (16/12/2018).

"Dalam pertemuan itu menyampaikan permasalahan yang timbul bagi calon jamaah umrah akibat pemberlakuan rekam data biometrik, khususnya calon jamaah yang berasal dari daerah yang memiliki kendala geografis adalah timbulnya biaya tambahan untuk pengurusan rekam biometrik oleh VFS Tasheel," kata Ketua Harian PATUHI Artha Hanif di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Ia menyampaikan hal itu karena 80 persen jamaah umrah datang dari daerah yang memiliki keterbatasan akses, biaya, dan jarak tempuh menuju lokasi kantor VFS Tasheel, serta faktor usia tua yang bervariatif. Sehingga, hal ini menjadi beban tersendiri bagi calon jamaah tersebut. 

Untuk itu, dalam pertemuan PATUHI pun menyampaikan aspirasi soal pemberlakuan rekam biometrik (sidik jari dan retina mata) pertanggal (17/12/2018) oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebagai persyaratan pengurusan visa yg dinilai sangat memberatkan calon jamaah Indonesia karena kantor VFS Tasheel yang ditunjuk sebagai operator, saat ini hanya ada dibeberapa provinsi dan kota besar di Indonesia saja.

Terkait hal itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PATUHI Muharom Ahmad mengusulkan, agar perekeman data biometrik sebaiknya dilakukan di empat bandara keberangkatan Umrah saja yakni Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. "Dengan demikian, jamaah tidak lagi harus bolik-balik menghabiskan waktu dan biaya tambahan," ujarnya.

Wamen Haji bidang Umrah Kerajaan Arab Saudi Dr Azis Wazzan berterima kasih atas penyampaian aspirasi tersebut, sehingga proses perekaman data biometrik nantinya bisa berjalan baik. Ia pun berjanji untuk segera meneruskan hasil pertemuan ini ke Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi. (Ful)