Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 18 Desember 2018 / 11:43 WIB

Kembangkan Bandara, AP I Peroleh Pendanaan Rp 5 Triliun

JAKARTA.KRJOGJA.com - PT Angkasa Pura I (Persero) kembali mendapatkan dukungan pendanaan berupa pinjaman dari bank dan lembaga keuangan non bank dengan nilai keseluruhan Rp 5 triliun. Dana ini dialokasilan untuk mendanai pengembangan bandara-bandara dibawah pengelolaan Angkasa Pura I (AP I).

Pendanaan kali ini bersumber dari PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk., PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) dan PT BRISyariah, Tbk. Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi bersama Direktur Utama Bank BTN Maryono, Direktur Utama SMI Emma Sri Martini dan Direktur Bisnis Komersial BRIsyariah Kokok Alun Akbar, di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Konsisten dengan keinginannya untuk berkontribusi dalam mendorong perkembangan pembiayaan syariah di Indonesia, dalam pendanaan kali ini Angkasa Pura I melibatkan perbankan syariah dalam pembiayaan capital expenditure-nya. Sebelumnya, di tahun 2016 Angkasa Pura I telah menerbitkan sukuk ijarah senilai Rp 500 milyar untuk pembiayaan capital expenditure-nya.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi menjelaskan, fasilitas kredit sebesar Rp 5 triliun bertenor lebih dari 10 tahun dengan grace period 5 tahun tersebut merupakan bagian dari rencana pemenuhan pendanaan untuk pengembangan bandara AP I di tahun 2018 dan 2019.

"Tahun ini kita melakukan proses pendanaan eksternal sebesar Rp 5 triliun untuk membiayai realisasi capital expenditure (capex) di tahun 2018 dan sebagian di tahun 2019," kata Faik Fahmi.

Faik menambahkan, di tahun 2019, dengan rencana capex sekitar Rp 17,53 triliun, AP I merencanakan pendanaan eksternal sebesar Rp 13 triliun. "Dana eksternal dapat bersumber dari pinjaman lembaga keuangan dan penerbitan obligasi,"  jelasnya.

Dalam rencana jangka panjangnya, AP I merencanakan capex senilai Rp 76 triliun untuk tahun 2019-2023. AP I akan mendanai rencana capex tersebut melalui pinjaman dari lembaga keuangan, penerbitan obligasi, sekuritisasi aset dan juga melalui partnership dengan mitra strategis. 

Faik mengatakan, AP I saat ini dihadapi oleh kondisi pertumbuhan penumpang yang jauh lebih tinggi dari kemampuan perseroan dalam menyediakan kapasitas (lack of capacity). Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini AP I sedang melakukan pembangunan dan pengembangan bandara sebagai upaya untuk berkontribusi mendorong perekonomian.

"Kami harap melalui penandatanganan perjanjian ini dapat mendukung peningkatan kinerja bisnis, meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pengguna jasa di bandara yang kami kelola,”  kata Faik Fahmi. (Imd)