Gaya Hidup Editor : Danar Widiyanto Selasa, 18 Desember 2018 / 03:50 WIB

Warga Rutan dan Lapas Didorong untuk Tes HIV

JAKARTA, KRJOGJA.com - Warga binaan pemasyarakatan dan tahanan yang berada di lapas dan rutan merupakan kelompok non-populasi kunci yang rentan terhadap penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Terkait hal ini, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek meminta kepada warga rutan dan lapas untuk mengetahui status HIV-nya.

"Saya titip, tolong semuanya katakan tidak pada Narkoba. Dorong teman-temannya untuk memeriksakan diri. Kalau HIV semakin cepat diobati, semakin baik," kata Nila.

"Kalau saya yang bicara, mungkin tidak akan didengar. Kalau teman-temannya yang mengajak akan lebih didengar,” tambahnya dalam Puncak peringatan Hari AIDS Sedunia di Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang Jakarta Timur pada Senin, 17 Desember 2018.

Ketika sudah memeriksakan diri, orang tersebut jadi tahu status HIV. Jika positif HIV bisa segera mengonsumsi obat antiretroviral (ARV).

Rajin dan teratur minum ARV memang bukan menyembuhkan orang tersebut dari HIV. Melainkan berguna untuk mengurangi risiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV, dan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam darah sampai tidak terdeteksi.

"Bagi orang yang positif HIV dan berobat, masih punya peluang, ada obat ada jalan. Tapi kalau sudah AIDS, itu hanya menuju kematian,” kata Nila seperti dikutip dari rilis Sehat Negeriku dari Kementerian Kesehatan.(*)