DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 06 September 2016 / 16:38 WIB

Kambing Tak Sehat Kok Tetap Dijual?

SLEMAN (KRjogja.com) - Sejumlah hewan kurban yang dijajakan di pasar tiban, kedapatan tidak sehat. Hewan yang didominasi kambing tersebut terindikasi terkena penyakit Orf yang oleh masyarakat awam biasa disebut bengoren. Tak hanya itu, beberapa ekor kambing juga ternyata matanya juling dan beleken.

Hal tersebut ditemukan petugas Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (DP2K) Kabupaten Sleman saat melakukan pemeriksaan hewan kurban, khususnya di pasar-pasar tiban, Selasa (6/9/2016). Begitu tiba di lokasi milik Mahfud (44) warga Dusun Cokrogaten Bimomartani Ngemplak, petugas langsung curiga. Dan benar saja, ada tig ekor yang positif terkena orf. Bahkan ada satu ekor yang diduga mulai terkena orf.

“Ini harus dipisah. Karena bisa menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus pox. Itu ada satu ekor yang ciri-cirinya mulai terkena juga. Tampak lemas. Pengobatannya memakan waktu cukup lama. Tergantung sistem kekebalan tubuh hewannya,” kata Drh Nyoman Anggraheni selaku Pejabat Fungsional Medik Feteriner DP2K di lokasi.

Penyakit serupa juga ditemukan petugas di pasar tiban di Dusun Tajem Desa Maguwoharjo Depok. Selain tiga ekor terkena orf, ada dua kambing yang beleken. Sama dengan orf, beleken juga menular. Kalau orf lebih disebabkan karena virus, untuk beleken, karena cuaca. Terutama saat proses angkut dari kandang ke lokasi penjualan terkena angin dan debu.

“Kita himbau agar dipisah. Selain itu juga kami nyatakan tidak layak dijadikan hewan kurban. Karena dalam keadaan sakit. Untuk kambing yang kena beleken, penyembuhannya lebih cepat. Kalau sudah sembuh, boleh dijadikan hewan kurban,” katanya. (Awh)