Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 16 Desember 2018 / 11:53 WIB

Penghijauan Sabuk Pantai Semarang Belum Maksimal

SEMARANG KRJOGJA.com - Luasan pantai Kota Semarang  sepanjang 23,5 km ternyata 70 persennya dikuasai oleh pihak swasta. Sehingga upaya penyelamatan pantai dari abrasi dengan penanaman mangrove belum bisa maksimal.

Hal ini diungkapkan Prof Dr Sudharto, Pakar Lingkungan Hidup Undip Semarang saat menghadiri Program Djarum Foundation Tanam 10.000 Mangrove di kawasan pesisir Mangkang, Mangunharjo Semarang, Minggu (16/12/2018).

Meski hanya 30 persen yang bisa digarap dengan penanaman mangrove, namun upaya yang mulia dirintis sejak tahun 1997, menurut Prof Dr Sudharto tidak lah sia-sia. Apa yang dilakukan kala itu, menurutnya telah menyelamatkan 1,3 km pantai dari kerusakan akibat abrasi.

Guna mengoptimalkan penyelamatan pantai dari abrasi, menurutnya perlu ada upaya Pemerintah Kota Semarang untuk mengatur tata kelola pantai, sebagaimana yang telah dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Meski dimiliki swasta, namun tetap memiliki tanggungjawab dalam pelestarian kawasan pantai.

Sementara Program Djarum Trees For Life (DTFL) yang dimulai sejak 2008 telah menanam 749.568 pohon mangrove di sepanjang Pantura Jawa Tengah. Dipilihnya mangrove karena termasuk tanaman yang memiliki akar kuat sehingga dapat menaham ancaman abrasi pantai. Selain itu memiliki nilai ekonomi dari batang dan buahnya.

Penanaman mangrove atas support Djarum Foundation ini pun dirasa sangat penting dalam melindungi ancaman abrasi pantai di sekitar Mangkang. Penanaman selain melibatkan masyarakat dan kelompok tani, juga didukung komunitas pecinta lingkunga. 'LindungiHutan'. 

Menurut CEO LindungiHutan, Hario Laskiti Ardi M,Kom, pihaknya memghimpun orang-orang untuk ikut serta membantu kampanye pelestarian lingkungan masyarakat di berbagai daerah. Pihaknya jadi lebih semangat setelah ada support dari Djarum Foundation. (Cha)