Olahraga Agregasi    Minggu, 16 Desember 2018 / 08:15 WIB

Ahsan/Hendra Akui Salah Strategi di Partai Terakhir

GUANGZHOU, KRJOGJA.com – Pasangan ganda putra senior Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, gagal melaju ke babak semifinal BWF World Tour Finals 2018 usai takluk di partai terakhir melawan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin dengan skor 21-13, 18-21, dan 14-21. Kegagalan itu memastikan Indonesia tidak bisa mempertahankan gelar pada turnamen tutup tahun dari nomor ganda putra.

Ahsan/Hendra sebenarnya punya peluang untuk lolos dengan mengantungi satu kemenangan di partai kedua. Apalagi, mereka sempat merebut set pertama di pertandingan yang digelar pada Jumat 14 Desember 2018 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China, tersebut.

Namun, keduanya lantas terbawa terbawa dengan tempo permainan lawan yang lebih cepat di gim kedua dan ketiga. Hendra mengakui, seharusnya mereka lebih memilih strategi dengan mengambil break terlebih dahulu saat lawan memimpin perolehan angka.

“Saat memimpin, lawan cepat sekali dapat banyak poin, harusnya saat itu kami ambil break dulu. Di gim ketiga, mereka semakin percaya diri dan lebih siap bermain drive. Justru kami lebih banyak diserang,” ujar Hendra Setiawan, seperti dikutip Okezone dari situs resmi PBSI, Sabtu (15/12/2018).

Sementara itu, Ahsan mengaku tidak ada beban saat menjalani laga mengingat tumpuan harapan ada pada pasangan senior tersebut. Sebab, ganda putra Indonesia lainnya, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya memutuskan mundur dari turnamen BWF World Tour 2018 akibat cedera leher yang diderita Marcus.

“Beban sih tidak ada, tapi sayang saja gim kedua. Ini lah hasilnya, kami sudah berusaha juga. Ini jadi pelajaran buat ke depan. Kami harus semangat lagi, tidak boleh patah semangat,” tukas Ahsan. (*)