Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 13 Desember 2018 / 13:34 WIB

Bahas Pembangunan Perbatasan, Ketua DPRD Bojonegoro Temui Bupati Blora

BLORA, KRJOGJA.com - DPRD Bojonegoro Jatim, menemui Bupati Blora Djoko Nugroho, terkait rencana pembangunan infrastuktur di daerah perbatasan,  Kamis (13/12/2018). Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Sigit Kushariyanto itu diterima di ruang pertemuan kantor bupati. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Blora Bambang Susilo, Asisten Pemerintahan Setyo Edy, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Slamet Pamudji, Kepala DPUPR Samgautama Karnajaya dan Kepala Litbang dan Perencanaan Bappeda Blora Yayuk Windrati.

“Kunjungan kami ke Blora untuk menindaklanjuti kesepakatan bersama Wiranegoro (Ngawi, Blora, Bojonegro) tentang pembangunan daerah perbatasan yang bulan lalu dilakukan oleh Bupati Bojonegoro, Blora dan Ngawi. Untuk itu kami ingin menindaklanjutinya dan mematangkan rencana pembangunan jembatan antara Ngraho ke Kradenan,” jelas Ketua DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto.

Untuk merealisasi rencana tersebut, APBD Bojonegoro 2019 telah menganggarkan sekitar Rp 15 miliar untuk pengadaan tanah. “Tidak hanya untuk jembatan namun juga akses jalan dari Ngraho menuju lokasi jembatan yang ada di Desa Luwihaji,” ungkap Sigit.

Diharapkan, jika jembatan nanti selesai dibangun, akan lahir pusat ekonomi baru di Bojonegoro bagian barat dan Blora bagian selatan. Dengan demikian secara perlahan ekonomi kedua daerah bisa semakin meningkat.

Sebagai wujud dukungan, pihaknya juga siap menganggarkan untuk pembangunan fisik jembatan.  Dalam APBD Bojonegoro 2019 ditetapkan sebesar Rp 4,7 triliun, sebanyak Rp 1,3 triliun diantaranya berasal dari DBH Migas Blok Cepu. DBH itu rencana akan dipergunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan.

Menanggapi hal itu, Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut baik rencana Pemkab Bojonegoro tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah perbatasan memang harus dilakukan dengan pemkab yang ada. Disebtkan, ada tiga proyek yang membutuhkan perhatian besar, yakni pembangunan jembatan Bengawan Solo penghubung Kradenan-Ngraho, pembangunan jalan tembus Randublatung-Getas menuju Ngawi, dan pembebasan lahan Bandara Ngloram.

Kepala DPUPR Blora Samgautama Karnajaya, menambahkan, tahun 2019 Pemkab Blora menganggarkan pembangunan fisik jembatan Rp Rp 80-90 miliar. (Tas)