Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 13 Desember 2018 / 10:50 WIB

Kecelakaan Maut Bumiayu, Ini 3 Rekomendasi KNKT

BREBES, KRJOGJA.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengeluarkan tiga rekomendasi terkait hasil investigasi penyebab kecelakaan maut yang terjadi berulang kali di Jalan Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Baca Juga: Truk Tronton Seruduk Motor, 4 Orang Tewas

Tiga rekomendasi itu antara lain, membuat skema (rekomendasi) untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Wildan mengatakan, untuk skema jangka pendek di antaranya mengatur jenis kendaraan yang melintasi flyover Kretek.

"Pertama mengalihkan truk dengan Jenis Berat Bruto (JBB) lebih dari 5 ton dialihkan lewat bawah (Fly Over). Maka dari Balai Jalan Bina Marga memperbaiki geometri jalan di bawah, kemudian Dirjen Perhubungan Darat memasang marka, rambu, memasang pintu perlintasan KA," ucap Investigator KNKT Ahmad Wildan di Brebes, Rabu (12/12/2018) malam.

Kemudian untuk jangka menengahnya, kata dia, Dirjen Perhubungan Darat merelokasi Jembatan Timbang di Ajibarang, Kabupaten Banyumas.

"Untuk jembatan timbang dipindah ke arah Tegal. Kalau sekarang kan arah Purwokerto. Kemudian kapasitas dibesarkan, sehingga (kalau) ada kelebihan muatan dibongkar agar sirkulasinya lebih mudah," jelasnya.

Untuk jangka menengah, Kementerian PUPR diminta memperbaiki ruas flyover Kretek arah utara. Yakni dengan melebarkan titik bottle neck atau titik persempitan.

"Kalau dari Kemen PUPR sudah ada rencana memperbaiki mulut utara FO. Dengan meluruskan ruas utara yang berbelok," ungkap Wildan.

Baca Juga: Dua Pelaku Klithih Ditabrak, Salahkah Sopir?

Untuk jangka panjangnya adalah dengan menambah jalur penyelamat di sepanjang turunan Pagojengan hingga menuju ke pertigaan depan Terminal Lama Bumiayu. Khusus di pertigaan Terminal Lama, KNKT menyarankan agar dipasang barrier atau pembatas jalan beton dan beberapa karung pasir.

"Memang awalnya dari kepolisian dan PU mau memasang MCB saja. Jangan cuma itu, harus ada pilihan lain di pangkalan ojek dipasang sesuatu yang lunak. Bisa seperti ban bekas atau karung pasir," kata Wildan.

Tujuannya apabila ada truk yang mengalami rem blong bisa memiliki banyak pilihan. Terlebih jalan menuju ke jalur penyelamat di Terminal Lama belum aman.

"Kalau truk yang kebablasan, pilihan dia tidak cuma nabrak beton. Kan ban (bisa) dipasang jejeran (dengan beton). Apalagi jalan menuju ke jalur penyelamat kurang smooth. Terlalu susah bagi sopir untuk menikung ke kiri," kata Wildan menjelaskan.(*)