DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 13 Desember 2018 / 07:51 WIB

#savessopirtruk, Upaya Warga Melawan Pelaku Klithih

YOGYA, KRJOGJA.com - Terancam dipidananya sopir pikup, Nur (34) mengejar dan menabrak dua remaja yang diyakini sebagai pelaku Af (20) dan Rt (17) warga Sayegan Sleman mendapat reaksi masyarakat. Reaksi yang terungkap dari banyak komentar netizen yang prihatin terhadap perkembangan kasus si sopir yang melakukan perlawanan terhadap aksi klithih. 

Sebagai wujud keprihatinan, kini bermunculan hastag #savessopirtruk dan #koinsopirtruk. Hastag ini bertujuan mengumpulkan bantuan sumbangan bagi sopir pikup tersebut untuk membantu meringankan beban dari sisi materi bagi pengemudi sopir yang terancam sanksi pidana.

Para netizen beranggapan apa yang dilakukan sopir tersebut adalah langkah pembelaan diri dari ancaman, sehingga mengecam aparat kepolisian yang akan mempidanakannya. Seperti diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian menduga ada kelalaian Nur (34), sehingga membuat Af (20) dan (Rt) yang diyakini sebagai pelaku klithih kehilangan nyawa. 

Berdasarkan pantauan KR, Rabu (12/12) di grup Info Cegatan Jogja (ICJ), ribuan netizen  telah menandatangani petisi yang ditujukan untuk Kapolres Sleman, Kapolda DIY dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. Mereka mendesak sopir truk yang terancam menjadi tersangka ini dibebaskan dan tidak dijatuhi ancaman hukuman.

Petisi yang dibuat oleh Niluh Sonya ini dalam kurun waktu kurang dari delapan jam sudah mendapatkan hampir 2.500 tandatangan (2.384 tandatangan hingga pukul 21.49 WIB).  Pantauan terakhir hingga pukul 21.51 WIB, dalam kolom komentar unggahan berita SKH Kedaulatan Rakyat edisi 12 Desember 2018, berjudul 'Kasus Melawan Pelaku Klithih, Polisi Anggap Pengemudi Lalai' mendapatkan  7.804 komentar dan sekitar 300 kali dibagikan. Berita tersebut diunggah oleh pemilik akun Facebook Ginanjar Nur Prasetyo pada Rabu (12/12/2018) malam. 

Beberapa netizen yang meramaikan kolom komentar di antaranya pemilik akun Ratna Putri yang menyayangkan dan mengecam tindakan aparat penegak hukum. Ia sangat mendukung aksi upaya pembelaan diri, meski akhirnya tidak sengaja menabrak pelaku klithih.

"Lebih baik pelaku klithih mati daripada ditangkap diadili kemudian dikeluarkan dari penjara atas dalil masih di bawah umur," jelasnya.

Komentar yang sama juga dilakukan pemilik akun Rusmanto yang menuliskan komentar serba susah hidup di jaman sekarang. "Membela diri kena pasal, tetapi membiarkannya bisa mati," ujarnya.                        
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto mengaku prihatin dengan kejadian ini. Eko menegaskan pihaknya akan secepatnya meminta klarifikasi serta berkoordinasi dengan Polres Sleman, Polda DIY dan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

"Saya berharap aparat mempertimbangkan ancaman hukuman pada sopir pikup tersebut. Jangan sampai terjadi, pembelaan diri malah jadi tersangka. Apapun alasannya klithih tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh diampuni," tegas Eko Suwanto. (Aje)