Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 12 Desember 2018 / 17:10 WIB

Ditetapkan Tersangka, Mantan Bupati Agus Menangis

SRAGEN, KRJOGJA.com - Mantan Bupati Sragen, Agus Fatchurrahman (AF) tak kuasa menahan air matanya saat berorasi di depan pengurus dan kader Partai Golkar saat acara konsolidasi di Kantor DPD II Partai Golkar setempat, Rabu (12/12/2018). Bupati Sragen periode 2011-2016 ini merasa dikriminalisasi setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi Kasda.  

"Soal proses hukum, biar lawyer yang mengurus. Soal politik biar teman-teman fraksi Golkar yang bergerak. Hanya saja secara pribadi, ini merupakan pertaruhan martabat hidup saya, martabat keluarga dan martabat partai. Ini pertarungan seorang laki-laki dan akan kami lawan sesuai kemampuan," tandas Agus yang tak kuasa menahan tangis. 

Agus mengatakan, terkait masalah hukum yang sedang menjerat ini, dia meyakini kental dengan nuansa politik. Kasus ini adalah pesanan orang-orang yang berkuasa dan punya uang. "Kami sangat paham ada pihak yang melaporkan kasus ini dan ingin mengangkat kasus yang sudah puluhan tahun berlalu. Ini adalah bagian dari konspirasi besar penjegalan lawan politik," jelas Caleg DPR RI dari Dapil Jateng IV yang meliputi Sragen, Karanganyar dan Wonogiri. 

Meski begitu, Agus mengaku siap menjalani proses hukum tersebut dan akan menghadapinya. Tapi proses hukum itu tidak akan menghalangi dirinya tetap berjuang sebagai caleg. "Sejak Pemilu 1955, belum pernah ada seorangpun warga asli Sragen yang duduk sebagai DPR RI. Setelah 11 kali pemilu dan 60 tahun lamanya, saatnya warga Sragen punya wakil di Senayan," tandasnya.

Sementara, Dewan Penasehat DPD II Partai Golkar Sragen, Sri Busono mengungkapkan, status Agus Fatchurrahman sebagai tersangka sudah dipolitisasi dan dikriminalisasi lawan-lawan politik. "Meski kita marah dan sakit hati, tapi tetap harus dihadapi dengan akal sehat agar bisa dilalui. Jauh hari sudah kami prediksi kasus ini akan menyandung AF. Tanpa menuduuh siapa yang berkepentingan, tapi ada yang pasif menikmati kondisi ini dan ada yang aktif menikmati kondisi ini," tutur Busono

Ketua harian DPD II Partai Golkar Sragen, Bambang Widjo Purwanto menambahkan, pihaknya sengaja mengumpulkan kader dan pengurus agar bisa menjelaskan ke masyarakat terkait status Agus Fatchurrahman. "Sebagai kader tentu tidak rela saat ketua DPD Golkar dikriminalisasi. Ini belum keputusan final dan harus terus maju sebagai caleg. Justru status tersangka ini makin membuat kader bersemangat untuk berjuang," tuturnya. 

Kajari Sragen, M Sumartono menjelaskan, penetapan tersangka terhadap AF bukan berdasar keputusan Mahkaman Agung (MA) dari upaya banding terpidana sebelumnya. Kasus ini merupakan tindaklanjut laporan hasil pemeriksaan BPK soal adanya selisih anggaran keuangan Sragen. "Secara pasti dalam penyidikan ini sudah sesuai prosedur. Jika da tudingan politis dan sebagainya, silakan saja. Yang pasti kami tetap profesional sesuai prosedur dan punya bukti awal kuat sebelum menetapkan tersangka," tambahnya.(Sam)