Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 12 Desember 2018 / 18:51 WIB

Mengemas Konservasi dalam Pagelaran Tradisi

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Sosialisasi peletarian menjadi tantangan bagi setiap aktivis lingkungan. Mengumpulkan orang untuk diajari cara menyelamatkan lingkungan, bukan hal mudah. Bahkan sebagian sasaran sosialisasi menjadi bosan berlama-lama mendengarkan pemateri menyosialisasikan program-programnya. 

Para aktivis putar otak, lalu mencoba mengkolaborasikan usaha konservasi dengan aktivitas lainnya. "Kami coba kemas konsrvasi dalam pagelaran tradisi, hingga mengemuka ide Festival Bogowonto 2018 yang sudah dilaksanakan Minggu kemarin," ungkap aktivis Asosiasi Komunitas Penjaga Bogowonto (Atas Jago) Nikolaus Legowo, menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Rabu (12/12/2018). 

Menurutnya, orang dengan mudah diajak untuk datang menyaksikan pentas budaya dibandingkan mengikuti sosialisasi di dalam ruangan. Para aktivis lingkungan bakal lebih mudah menyosialisasikan penyelamatan lingkungan karena masyarakat yang jadi sasarannya terkumpul dengan sukarela. 

Festival tersebut tidak hanya melibatkan Atas Jago, namun juga masyarakat lima desa bantaran Sungai Bogowonto. Yakni Desa Bagelen, Krendetan dan Kalirejo di Kecamatan Bagelen, serta Ketangi dan Jenar Wetan Kecamatan Purwodadi.  

Seniman lima desa tersebut turut unjuk kemampuan di panggung jembatan tua peninggalan Belanda di Desa Bagelen. "Ribuan orang yang hadir, mereka semua menikmati pagelaran. Adapun misi kami mengajak masyarakat melestarikan sungai bisa tercapai," terang Nikolaus yang juga Ketua Panitia Festival Bogowonto 2018 itu. 

Pengasuh Sanggar Seni Aswahita Krendetan Wury menambahkan, misi konservasi sungai diusung dalam festival tersebut. Panitia menghijaukan bantaran Sungai Bogowonto dan menebar benih ikan di aliran terpanjang di Purworejo itu. 

Dikatakan, panitia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem Sungai Bogowonto dengan cara tidak meracun, mengunduli lahan atau membuang limbah ke sungai. 

"Bogowonto adalah sumber kehidupan masyarakat sekitarnya, apabila sungai lestari, maka manfaat yang dirasakan masyarakat semakin banyak," tandasnya.(Jas)